Breaking News:

Pengungsi Korban Pergeseran Tanah di Sukamakmur Bogor Kini Capai 200 Orang

Sementara ini, kata Aris, para pengungsi ini masih bertahan di lokasi pengungsian karena rumah mereka masih terancam.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
ist/BPBD Kab. Bogor
Pergeseran tanah terjadi di Kampung Cigadel, RT 04/RW 03, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Korban warga terdampak pergeseran tanah di Kampung Cigadel, RT 04/03, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor bertambah.

Sebelumnya, jumlah korban terdampak pergeseran tanah ini berjumlah 182 orang.

"Posisi pengungsi (sekarang) kurang lebih 200-an jiwa," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid Ratik) BPBD Kabupaten Bogor Aris Nurjatmiko saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Kamis (18/11/2021).

Para korban ini mengungsi di gedung sekolah SD dan sebagian mengungsi di rumah saudara.

Bantuan-bantuan dari pemerintah serta pihak lain pun disalurkan untuk kebutuhan para pengungsi.

Sementara ini, kata Aris, para pengungsi ini masih bertahan di lokasi pengungsian karena rumah mereka masih terancam.

"Kalau dipulangkan belum memungkinkan," kata Aris.

Diberitakan sebelumnya, pergeseran tanah terjadi di Kampung Cigadel, RT 04/RW 03, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Pergeseran tanah ini sudah ditemukan sejak Kamis (11/11/2021) lalu namun dari hari ke hari secara perlahan terus bertambah.

Menurut pihak BPBD Kabupaten Bogor, pergeseran tanah ini muncul pasca hujan deras dengan durasi yang cukup lama di wilayah kecamatan Sukamakmur.

Pada Minggu (14/11/2021), ditemukan retakan tanah dari titik awal ke titik akhir retakan sekitar 100 Meter.

Akses jalan desa ke Kampung Cigadel pun amblas imbas pergeseran tanah ini.

Sementara ini tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadoan bencana tersebut.

"Tim TRC beserta warga melaksanakan  pemantauan lokasi pergeseran tanah secara bergantian, karena struktur tanah yang masih bergerak dan apabila hujan turun kembali di wilayah tersebut dikhawatirkan akan bertambah parah," ungkap Aris.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved