Breaking News:

IPB University

Waspada ! Pakar IPB University Ungkap Laut Indonesia Terancam Punah oleh Iklim di Antroposen

Dr Hawis membahas situasi terkini lautan dan peran lautan dalam mengatur ekosistem dan iklim global.

IPB
ilustrasi - kelautan IPB 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ketua Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), IPB Univeristy Dr Hawis Madduppa, menjadi narasumber dalam diskusi panel digital The Situation of Our Oceans-Endangered Environments, Threatened Climate yang digelar oleh Alumniportal Deutschland, pekan lalu.

Acara ini dipandu oleh Jose Bolanos, selaku pengelola komunikasi untuk Forest Eropa, the Ministerial Conference of the Protection of Forests in Europe.

Dalam diskusi ini Dr Hawis membahas situasi terkini lautan dan peran lautan dalam mengatur ekosistem dan iklim global.

Ia menjelaskan mengenai lingkungan laut Indonesia yang terancam punah dan terancam oleh iklim di Antroposen.

Menurutnya, aktivitas manusia memiliki pengaruh global terhadap ekosistem bumi, tidak terkecuali di ekosistem laut.

Perubahan iklim global juga tidak luput dari campur tangan manusia.

Jika terus dibiarkan, hilangnya keanekaragaman hayati akibat banyaknya ancaman yang terkait dengan perilaku manusia akan semaking tinggi.

“Tanpa kita sadari, manusia juga berperan serta dalam perubahan iklim global yang mengancam kelestarian laut. Lama-lama, semakin sedikit spesies di bumi yang bertahan dan segera menuju kepunahan akibat ulah manusia,” kata Pakar Bioekologi Laut IPB University ini.

Dr. Hawis berharap, semua orang semakin sadar dan tergerak untuk menjaga kelestarian alam, khususnya laut.

Ia mengharapkan komitmen dan semangat bersama dalam mengurangi aktivitas manusia yang dapat mengancam ekosisten laut.

“Karena sejatinya, masa depan keanekaragaman hayati laut sangat bergantung pada manusia,” imbuhnya.

Selain Dr Hawis, narasumber lain yang hadir adalah Clara Jule Marie Hoppe, seorang peneliti senior di the Alfred Wegener Institute at the Helmholtz Centre for Polar and Marine Research; Henry Wu selaku Junior Research Group Leader dari Coral Climatology Working Group di Leibniz Center for Tropical Marine Research di Bremen, Jerman. Dan Marlus Oliveira, seorang pengacara di bidang Teknik Lingkungan dan Geosains. Mereka membahas konservasi laut dan sumber daya maritime serta pemanfaatannya dalam pembangunan berkelanjutan. (*).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved