Breaking News:

Mengenal Kawasan Suryakancana, Dari Jalan Niaga hingga Pusat Ikan Asin Terbesar se-Asia Tenggara

Bahkan lawang yang berada di kanan Jalan Suryakancana yang juga masuk ke dalam kawasan Suryakancana juga memiliki cerita sendiri.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Suasana Jalan Suryakancana yang memiliki sejarah panjang 

Laporan Wartawan TribunnewaBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Deretan toko dan bangunan kuno di Jalan Suryakancana Kota Bogor memiliki sejarah panjang.

Tak hanya itu Jalan yang melintang tegang lurus dari Kebun Raya Bogor simpang Jalan Otto Iskandardinata dan Jalan Ir H Djuanda itu pun memiliki nilai sejarah.

Bahkan lawang yang berada di kanan Jalan Suryakancana yang juga masuk ke dalam kawasan Suryakancana juga memiliki cerita sendiri.

Sejak tahun 2015, Kawasan Suryakancana ditetapkan oleh Pemerintah Kota Bogor sebagai kawasan cagar budaya dalam penyelenggaraan Kota Pusaka.

Aturan itu tertuang dalam Peraturan Wali Kota Bogor tahun 2015 tentang penyelenggaraan Kota Bogor sebagai kota pusaka.

Dalam lampiran I Peraturan Wali Kota Bogor nomer 17 tahun 2015 tentang penyelenggaraan Kota Bogor sebagai Kota Pusaka kawasan Suryakancana masuk ke dalam pusaka budaya ragawi.

Kawasan tersebut meliputi Kawasan Pecinan, terletak tegak lurus dengan Kebun Raya Bogor bersimpangan dengan Jalan Otto Iskandardinata dan Jalan Ir H Djuanda di sepanjang Jalan Grote Post Weg,  rumah rumah etnis Tionghoa dan sebagainya.

Arkeolog- Antropolog yang juga peneliti cagar bdaya dari Universitas Indonesia DR Heriyanti Ongkodharma Untoro menyebut kawasan Suryakancana memiliki modal sebagai kota pusaka lantaran memiliki sejarah dimasa lalu.

Jalan Suryakancana menjadi kawaaan perniagaan kata Dewi bukan tiba-tiba begitu saja.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved