Breaking News:

Belum Dilirik Partai Politik, Pengamat Sebut Nasib Anies di Pilpres 2024 Rumit : Capres Angin Surga

Meski Anies memiliki peluang besar untuk meraih suara dari masyarakat yang anti pemerintah, namun hal itu akan sia-sia jika tidak didukung oleh parpol

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Ardhi Sanjaya
Tribunnews/Irwan Rismawan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tiba di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa (21/9/2021). Anies Baswedan diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur pada tahun 2019 dengan tersangka Yorry Corneles Pinontoan. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai peluang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk maju di Pemilihan Presiden (Pilpres 2024) masih rumit.

Hal itu dikarenakan Anies Baswedan tidak bisa ikut kontestasi tanpa dukungan dari partai politik.

Sementara diketahui bahwa sejumlah partai politik saat ini sudah memiliki jagoannya masing-masing.

Meski Anies Baswedan memiliki peluang besar untuk meraih suara dari masyarakat yang anti pemerintah, namun hal itu akan sia-sia jika tidak didukung oleh partai politik.

Dilansir dari tayangan Aiman Kompas TV, Selasa (23/11/2021), Adi Prayitno mengatakan, nasib Anies Baswedan akan berbeda dengan Ganjar Pranowo yang akan diperebutkan oleh berbagai partai politik.

"Ganjar ini tren elektabilitasnya naik, dibandingkan dengan yang lain relatif dia agak stagnan. Makanya saya sebutkan ranking utama buruan tokoh yang akan dicari oleh berbagai parpol itu Ganjar Pranowo," kata Adi dilansir dari Youtube Kompas TV, Selasa.

Untuk itu, kata dia, tak heran kalau Golkar kemudian ingin menyediakan altar kuning bagi Ganjar seandainya tidak diusung oleh PDIP.

"Ini jelas dan tidak main-main tentu saja. Kalau melihat sikap partai secara umum belum ada, tapi kalau melihat posisi Nurdin Khalid, politisi senior, orang penting, wakil ketua, saya kira ini bukan candaan biasa di warung kopi," kata dia.

Pernyataan itu, lanjutnya, sebagai sebuah penegasan bahwa saat ini sebenarnya Golkar sedang meng-hunting sosok yang bisa menderek elektabilitas Airlangga Hartarto nantinya.

"Karena kan kemungkinan itu Ganjar akan diduetkan sebagai capres ataupun cawapresnya Airlangga," tandasnya.

Baca juga: Bukan Anies dan Ridwan Kamil, Ini Saingan Berat Ganjar di Pilpres 2024, Pengamat: Cukup Agresif Dia

Baca juga: Gubernur Anies Tetapkan UMP DKI Rp 4,45 juta, KSPI : ke Toilet Saja Tidak Cukup

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved