Breaking News:

Penggusuran di Bogor Ini Bikin Anak-Anak Yatim Jadi Korban, Pihak Yayasan Datangi KPAD

Selain 40 anak yatim terancam kehilangan rumah, sejumlah anak yatim di sana juga sempat terluka saat tempat mereka digusur menggunakan alat berat.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
 Yayasan Yatim Fajar Hidayah beserta kuasa hukum mendatangi Kantor KPAD Kabupaten Bogor, Rabu (25/11/2021).   

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Perkara sengketa lahan membuat anak-anak yatim di sebuah rumah yatim di Gunungputri, Kabupaten Bogor menjadi korban.

Selain 40 anak yatim terancam kehilangan rumah, sejumlah anak yatim di sana juga sempat terluka saat tempat mereka digusur menggunakan alat berat.

Peristiwa ini terjadi di Yayasan Yatim Fajar Hidayah yang berlokasi di kawasan Kota Wisata Cibubur, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.

Pihak yayasan pun mengadukan hal ini ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor bahkan melaporkannya ke Polisi terkait pidana karena ada anak yatim yang terluka.

Ketua Umum Yayasan Fajar Hidayah Ustaz Mirdas Ekayora mengatakan bahwa eksekusi lahan bangunan pada Oktober 2021 lalu menurutnya sangat gegabah karena di lokasi ada 40 anak yatim binaannya.

"Menurut kami sangat ceroboh dan itu mengancam jiwa dan keselamatan. Melabrak rombongan anak-anak yatim kita sehingga ada yang kakinya tergilas (alat berat forklift)," kata Ustaz Mirdas Ekayora di Kantor KPAD Kabupaten Bogor, Rabu (24/11/2021).

Mirdas menyebut bahwa ada tiga orang penghuni rumah yatim yang terluka imbas kejadian tersebut yang mana dua diantaranya masih anak-anak.

Kata dia, hampir semua anak yatim yang tinggal di yayasan peduli yatim dan dhuafa ini mengalami trauma pasca kejadian.

Mirdas berharap, pihak-pihak terkait sengketa ini bisa menahan diri sampai perkaranya yang masih di pengadilan diputus dan inkrah.

"Ketika diputus dan inkrah kita akan tunduk atas putusan itu. Tak perlu minta-minta secara kasar begitu, kita akan jalanin. Tapi memang harus ada azas keadilan itu. Jangan dikorbankan anak-anak," tambah Denny Lubis selaku kuasa hukum Yayasan Fajar Hidayah.

Terpisah, Kepala KPAD Kabupaten Bogor Jopie Gilalo mengatakan kedatangan pihak Yayasan Fajar Hidayah beserta kuasa hukumnya ke kantor KPAD adalah dalam rangka klarifikasi pasca adanya aduan.

Jopie mengaku bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi anak-anak yatim di yayasan rumah yatim tersebut.

"Kalau soal perkaranya kita tidak mencampuri itu. Tapi kita lihat di sini ada kepentingan anak sehingga kita hadir untuk mengawas," ungkap Jopie.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved