Breaking News:

100 Lebih Kasus Kekerasan Anak di Bogor Selama 2021, Pelecehan Seksual Terbanyak

KPAD mencatat bahwa 112 kasus kekerasan anak yang ditangani ini datang dari sumber yang berbeda-beda.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Ketua KPAD Kabupaten Bogor Jopie Gilalo saat ditemui TribunnewsBogor.com di kantornya, Kamis (24/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor mencatat 100 lebih kasus kekerasan terhadap anak selama periode Januari - Oktober 2021.

"Ada 112 kasus. Sampai terakhir bulan kemarin (Oktober)," kata Ketua KPAD Kabupaten Bogor Jopie Gilalo kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (24/11/2021).

KPAD mencatat bahwa 112 kasus kekerasan anak yang ditangani ini datang dari sumber yang berbeda-beda.

Antara lain 45 kasus pengaduan langsung, lalu 50 kasus hasil pantauan dari media massa secara online.

"Lalu temuan langsung perjalanan dinas ke lapangan, kami rekap ada sekitar 17 kasus. Jadi totalnya ada 112 kasus," katanya.

Kategori kasus kekerasan anak yang paling banyak, kata dia, adalah pelecehan seksual kepada anak.

"Kalau pengaduan langsung, tindak pencabulan, pemerkosan dan pelecehan seksual mayoritas," katanya.

Kemudian kategori kekerasan anak terbanyak kedua adalah perkara hak asuh anak lalu kekerasan tindak fisik baik antara anak dan anak maupun orang tua dan anak.

Jopie mengaku, di usia yang baru setahun ini, KPAD kabupaten Bogor telah menjalankan tugas dan fungsinya sesuai mandat pasal 76 UU perlindungan anak. 

"Kami berkomitmen untuk mendukung program-program Pemkab Bogor terkhusus dalam perlindungan anak di Kabupaten Bogor, sehingga anak-anak Kabupaten Bogor terpenuhi hak-haknya dan terlindungi dari segala kekerasan," pungkas Jopie.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved