Breaking News:

IPB University

Bahas Isu Perubahan Ekologi Global, Guru Besar IPB Tegaskan Degradasi Lahan Tidak Akan Terelakkan.

Prof Arya mengatakan bahwa problem klasik kompetisi pengunaan lawasan atau lahan adalah perubahan penggunaan lahan

IPB University
Prof Arya Hadi Darmawan 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Salah satu isu penting yang selalu dibahas oleh para pemimpin dunia dalam COP (Conference of the Parties) tentang perubahan ekologi global adalah LULUCF (land use, land-use change and forestry).

Menurut Prof Arya Hadi Darmawan, konsep LULUCF memiliki kontribusi penting pada perubahan iklim global.

Yakni melalui sumbangannya terhadap emisi karbon, green-house gases di atmosfer serta kemampuannya mendorong perubahan ekosistem terrestrial kawasan. 

Dalam Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap yang digelar pekan lalu, Prof Arya mengatakan bahwa problem klasik kompetisi pengunaan lawasan atau lahan adalah perubahan penggunaan lahan, degradasi lahan dan deforestasi.

Sepanjang kita perlu makan, proses deforestasi dan degradasi lahan di seluruh pelosok bumi tidak akan terelakkan.

“Luas deforestasi dunia dan Indonesia menunjukkan angka yang tetap membawa concern dan perhatian serius,” ujar Dosen IPB University dari Fakultas Ekologi Manusia (Fema) ini. 

Menurutnya, hal ini dikarenakan luas konversi lahan dan deforestasi diikuti oleh annual forest expansion yang luas cakupannya belum memadai.

Terlebih bila dibandingkan dengan kecepatan ekspansi kawasan perkebunan seperti kelapa sawit yang menyebabkan perubahan struktur sebuah kawasan atau landscape. 

“Kajian kami di Kalimantan Timur menunjukkan bahwa perubahan kawasan yang didorong oleh perluasan perkebunan sawit berlangsung signifikan, ditandai oleh berkurangnya luas kawasan berhutan (forested area),” tuturnya. 

Ia menambahkan bahwa ada dua pola ekspansi yang melibatkan aktor dominan yang berbeda dalam proses perubahan kawasan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved