Breaking News:

Fossil Addict Bogor Jadi Wadah untuk Salurkan Hobil

- Fossil Addict Bogor (Fabo) merupakan komunitas yang memiliki hobi sama, yaitu pengoleksi tas dengan brand Fossil.

ISTIMEWA
Anggota komunitas Fossil Addict Bogor (Fabo) foto bersama saat kumpul komunitas di Restoran Lettie's Kitchen, Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Fossil Addict Bogor (Fabo) merupakan komunitas yang memiliki hobi sama, yaitu pengoleksi tas dengan brand Fossil.

Fabo yang berdiri sejak 14 Juni 2015 silam ini menggunakan Facebook dan WhatsApp sebagai wadah yang untuk berkomunikasi serta bergabung.

Ketua Fabo, Maria Wiliana Wati mengatakan kebetulan di Fabo ini hobinya selain koleksi tas Fossil, kita punya hobi yang sama yaitu foto dan makan. 

"Bahkan kita sampai punya fotografer sendiri, biasanya supaya kita kompak selalu, kumpul itu yang membuat kita solid," ungkapnya kepada TribunnewsBogor.com di Lettie's Kitchen, Jalan Achmad Sobana No. 19, Kelurahan Tegalgundil, Bogor Utara, Kota Bogor, Kamis (25/11/2021).

Para pencinta tas dengan brand asal Amerika ini tetap kompak karena setiap kali pertemuan selalu membicarakan hobi yang pembahasannya tidak jauh dari tas.

Tercatat anggota aktif dari Fossil Addict Bogor sebanyak 100 orang dan untuk anggota di Facebook sudah mencapai 200 orang.

Anggota dari Fossil Addict Bogor, Mariana Siregar atau yang akrab disapa Nana mengaku segala sesuatunya pada tas Fossil ini bisa dijual, itulah kelebihan yang dimiliki brand yang satu ini. 

"Bahkan kunci tas Fossil yang sudah patah dapat dijual kembali," ujarnya.

Bila ingin bergabung dengan Fabo akan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp50 ribu yang nantinya uang tersebut digunakan untuk subsidi komunitas apabila ada kegiatan.

Nana menambahkan meskipun tas Fossil ini harganya yang relatif mahal dari Rp1 juta hingga puluhan juta tapi kualitasnya sudah tentu tidak boleh diragukan lagi.

"Kita bisa menjual belikan tas Fossil ini dan bisa ganti-ganti dengan apa yang kita mau, karena harganya yang relatif mahal maka koleksi kita bila dijual masih ada harganya,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved