Breaking News:

IPB University

Guru Besar IPB Ciptakan Tambak Udang di Lahan Pasir, Diklaim Mampu Kurangi Dampak Ekologi Lingkungan

Prof Bambang menjelaskan bahwa hazzard didefinisikan sebagai sumber atau situasi yang berpotensi menyebabkan udang sakit.

IPB University
Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University Prof Bambang Widigdo. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Banyak masyarakat maupun pemerhati lingkungan menganggap bahwa tambak udang berkontribusi besar dalam menurunkan luas lahan mangrove.

Sehingga peningkatan produksi udang dianggap dapat mengancam keberadaan hutan mangrove.

Untuk mengatasi hal itu, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University membuat teknologi Biocrete. Prof Bambang Widigdo membuat inovasi Biocrete yang dapat mengatasi porositas lahan berpasir.

“Tambak udang dapat dikembangkan di kawasan pantai berpasir tanpa harus merusak hutan mangrove,” ujarnya dalam Orasi Ilmiah Penetapan Guru Besar Tetap IPB University, akhir pekan lalu. 

Inovasi ini, tambahnya, sesuai dengan target pemerintah yang akan meningkatkan ekspor udang hasil dari tambak yang mencapai 250 persen di tahun 2024.

Oleh karenanya, pengembangan tambak di lahan pasir akan sangat mengurangi tekanan ekologis kawasan hutan mangrove.

Selain menjelaskan teknologi biocrete, Prof Bambang juga menjelaskan tentang sistem kontrol pelaksanaan budidaya udang di lapangan. 

Menurut Prof Bambang, di lapangan banyak ditemukan petambak yang mencapai produktivitas lebih dari 30 ton per hektar per siklus.

Bahkan ada yang mencapai 50-60 ton per hektar per siklus. 

“Hal ini akan memunculkan kerawanan baru terkait penggunaan bahan kimia berbahaya terutama antibiotika untuk menhindarkan berbagai mikroba patogen. Untuk mengatasi hal ini diperlukan sistem yang dapat mengontrol pelaksanaan budidaya di lapangan,” jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved