Breaking News:

Olahraga Paralayang, Penerbang Minimalisir Risiko dengan Seni

Penerbang senior sekaligus instruktur paralayang di Puncak, Gendon menepis anggapan olahraga tersebut memiliki banyak risiko.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Paralayang di Puncak Bogor, Jumat (26/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA – Olahraga Paralayang di Kawasan Puncak Cisarua, Kabupaten Bogor, memang selalu menjadi pusat perhatian.

Penerbang senior sekaligus instruktur Paralayang di Puncak, Gendon menepis anggapan olahraga tersebut memiliki banyak risiko.

“Banyak masyarakat yang menyangka olahraga Paralayang ini merupakan olahraga yang membahayakan. Saya bilang tidak. Olahraga Paralayang olahraga berisiko bukan olahraga berbahaya. Serta olahraga yang penuh seni meminimalisir risiko," katanya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (26/11/2021).

Adapun, seni-seni tersebut menurut Gendon dilihat dari SOP yang harus dikuasi oleh para penerbang.

“Seninya itu bagaimana kita meminalisir risiko. Setidaknya ada 3 hal yang harus diketahui. Kita terbang pada cuaca yang ideal, kemudian kita terbang menggunakan alat yang sesuai dengan berat badan dan kemampuan, serta selalu terbang terbang atas kemampuan teknis kita,” tambahnya.

Untuk memperkuat pemahaman tersebut, Gendon menjelaskan, terdapat poin yang harus selalu melekat pada diri setiap penerbang Paralayang.

“Selain itu, penerbang harus mempunyai Attitude Air Man Ship. Saya artikan sebagai jiwa kesatria kedirgantaraan. Setiap penerbang Paralayang harus mempunyai jiwa tersebut. Itulah yang menjadi pengontrol diri kita,” tambahnya.

Lebih jelas Gendon mengatakan, apabila hal tersebut sudah dikuasai, penerbang bisa terbang dengan aman karena sudah mengetahui kemampuan dan mengetahui batas-batas.

Kendati demikian, Gendon tidak mengelak bahwa Paralayang selalu menjadi olahraga yang mengancam keselamatan.

“Kalau terjadi sesuatu ya itu artinya menjadi dinamika yang harus kita pahami. Karena Paralayang tidak semua yang kita lakukan itu terkontrol dan terkendali,” tutupnya.

Sebagai tambahan informasi, Gendon sudah berkiprah menjadi penerbang sejak 31 tahun yang lalu dan mulai menjadi instruktur semenjak tahun 1993 (*).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved