Ingatkan Manusia Mencintai Alam, Sanggar Seni Teater RAS Tampilkan Pagelaran Teater Bernada Sindiran

Rekayasa Pasar Kreatif merupakan ajang tahunan yang didalamnya terdapat UKM dan penampilan seni Teater Kemasan.

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Sanggar Seni Teater RAS foto bersama setelah penampilan teaternya yang berjudul terancam pada Rekayasa Pasar Kreatif di Bogor Creative Center (BCC), Kota Bogor, Minggu (28/11/2021) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Rekayasa Pasar Kreatif merupakan ajang tahunan yang didalamnya terdapat UKM dan penampilan seni Teater Kemasan.

Ajang tahunan Teater Kemasan ini diselenggarakan di Bogor Creative Center (BCC), jalan Ir. H. Juanda nomor 4, Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Salah satunya Sanggar Seni Teater RAS menampilkan teater yang dipadukan dengan pantomim dengan judul terancam.

Pendiri Sanggar Seni Teater RAS, Ayeng mengungkapkan makna dalam teater yang berjudul terancam ini untuk mengingatkan manusia agar mencintai alamnya.

"Banyaknya isu-isu yang mengangkat tentang eksploitasi alam dan berdampak ke habitatnya, itu yang harus disadarkan," jelasnya kepada TribunnewsBogor.com setelah Teater RAS tampil, Minggu (28/11/2021) malam.

Jarangnya perpaduan antara teater dan pantomim menjadikan keunikan tersendiri pada pertunjukan teater ini.

Sebanyak 20 orang yang tampil pada teater dengan judul terancam ini.

Ayeng menyatakan persiapannya hanya satu minggu dengan antusias teman-teman yang luar biasa mempersiapkan semuanya.

"Judul terancam ini merupakan ide dari pertunjukan sebelumnya yang memiliki tema tentang alam dan dari isu-isu yang sedang berlangsung," ungkapnya.

Kolaborasinya dengan pantomim pada teater ini menjadi salah satu kesulitan tersendiri.

Pantomime, Hudzaifah atau yang akrab disapa Bang Zai ini mengaku kolaborasi ini antara teater dan pantomim pada latihannya dilakukan secara terpisah.

"Secara konsep teater dan pantomom tidak jauh beda masih satu rumpun, tapi pantomim disini masih terkunci dengan gerak tubuh yang terlibat dalam naskah tersebut," katanya.

Pantomim yang bermain secara imajiner dimana tidak ada benda-benda dan hanya mengkisahkan benda tersebut dengan gerak tubuh.

Bang Zai menambahkan pantomim pada teater ini memiliki makna seperti seseorang yang diam tidak bisa berbuat apapun pada kisah dari cerita tersebut.

"Dengan adanya teater berjudul terancam ini diharap para penonton hingga masyarakat dapat lebih mengingat akan pentingnya hutan dan habitatnya agar tidak dirusak dan diburu, menjaga ekosistem yang ada," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved