Gebyar Rampak Gerak Dasar Penca Cimande, Jadi Ajang untuk Mengingat Diri

Acara tersebut diikuti 20 perguruan silat aliran Cimande yang tersebar di berbagai daerah, serta dibarengi dengan aksi bakti sosial penanaman pohon be

Tayang:
Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Ardhi Sanjaya
Dokumentasi Panitia Cimande Day 2021
Cimande Day 2021 di Lingkung Gunung Adventure Camp Bogor, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CARINGIN – Saung Pelestarian Penca Pusaka Cimande gelar acara Gebyar Rampak Gerak Dasar Penca Cimande Original dalam rangka Cimande Day 2021 di Gunung Adventure Camp Bogor, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Minggu (28/11/2021).

Acara tersebut diikuti 20 perguruan silat Cimande yang tersebar di berbagai daerah, serta dibarengi dengan aksi bakti sosial penanaman pohon bersama Komunitas Cisadane Resik.

Panitia Cimande Day 2021 sekaligus trah (turunan) asli keluarga aliran penca Cimande, Didih Supriadi mengatakan acara ini bertujuan sebagai ajang untuk mengingat jati diri.

“Pertama Gelaran ini sebagai pengingat bahwa setiap perguruan yang menganut aliran Cimande harus tau asal jati diri sesuai yang diajarkan oleh leluhur. Sesuai filosofi gerakan dasar penca silat Cimande yakni dua gerakan. Pertama tonjok bareng kedua tonjok satu tangan. Gerakan dasar tersebut yang harus dilakukan karena warisan dari leluhur,” katanya kepada TribunnewsBogor.com.

Jati diri tersebut menurut Didih harus selalu tercermin dalam setiap perguruan silat aliran Cimande.

Selain itu, Cimande Day 2021 sebagai ajang menepis kabar perpecahan penca silat aliran Cimande.

“Acara ini menjawab bahwa Cimande itu tidak pecah. Cimande tetap komitmen karena kami mempunyai taleq. Cimande tidak ada yang direndahkan serta tidak ada yang ditinggikan. Warna boleh beda,logo boleh beda, tapi kita tetap sama. Tapi, kita harus mengingat jangan menggunakan Cimande sebagai tameng,” tambahnya.

Lewat Cimande Day 2021 Didih berpesan kepada semua penca silat aliran Cimande untuk tetap menjaga tradisi.

“Intinya, lestarikan tradisi jangan berpatokan kepada materi. Jaga budaya jangan sampai jadi lahan usaha. Dahulukan kewajiban daripada hak.  Serta bina generasi bangsa supaya mengenal bangsa,” imbuhnya.

Kendati demikian, Didih mengingatkan untuk tetap waspada ditengah-tengah wabah Covid-19 yang masih melanda saat ini.

"Saya selalu berdoa supaya penyakit ini segera diangkat oleh Allah SWT. Alhamdulillah sekarang ada kelonggaran. Tapi, kita jangan lalai harus tetap waspada," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved