Breaking News:

Eksekusi Rumah Yatim di Gunungputri Bogor Memanas, Sejumlah Orang Mencoba Masuk

Eksekusi sebuah rumah yatim dan dhuafa Yayasan Fajar Hidayah, di Kota Wisata Cibubur, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor memanas.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
ist/Tangkapan layar video beredar di WhatsApp
Suasana eksekusi rumah yatim Yayasan Fajar Hidayah, di Gunungputri, Kabupaten Bogor, Selasa (30/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, GUNUNGPUTRI - Eksekusi sebuah rumah yatim dan dhuafa Yayasan Fajar Hidayah, di Kota Wisata Cibubur, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor memanas, Selasa (30/11/2021).

Video suasana yang nyaris ricuh saat dilakukannya eksekusi lahan ini juga beredar melalui grup-grup WhatsApp warga Bogor.

Proses eksekusi lahan rumah yatim tersebut tampak dijaga ketat oleh aparat dari Satpol PP dan juga kepolisian.

Di video beredar tersebut terlihat sejumlah orang merasa tak terima merangsek melalui kerumunan barisan petugas salah satunya adalah kuasa hukum pihak yayasan.

Namun berhasil dicegah oleh sejumlah petugas dan diajak untuk menjauhi lokasi eksekusi.

"Tenang pak, mingir pak, minggir, minggir, tolong, tolong," ucap salah satu pria di video beredar tersebut.

Evakuasi lahan rumah yatim ini merupakan eksekusi lanjutan setelah sebelumnya juga sempat dilakukan pada 21 Oktober 2021 lalu yang berujung sejumlah anak yatim terluka.

Ketua Umum Yayasan Fajar Hidayah Ustaz Mirdas Ekayora mengatakan, eksekusi lahan bangunan pada Oktober 2021 lalu menurutnya sangat gegabah karena di lokasi ada 40 anak yatim binaannya.

"Menurut kami sangat ceroboh dan itu mengancam jiwa dan keselamatan. Melabrak rombongan anak-anak yatim kita sehingga ada yang kakinya tergilas (alat berat forklift)," kata Ustaz Mirdas Ekayora di Kantor KPAD Kabupaten Bogor, Rabu (24/11/2021) lalu.

Mirdas menyebut bahwa ada tiga orang penghuni rumah yatim yang terluka imbas kejadian tersebut yang mana dua di antaranya masih anak-anak.

Kata dia, hampir semua anak yatim yang tinggal di yayasan peduli yatim dan dhuafa ini mengalami trauma pasca kejadian.

Mirdas berharap, pihak-pihak terkait sengketa ini bisa menahan diri sampai perkaranya yang masih di pengadilan diputus dan inkrah.

"Ketika diputus dan inkrah kita akan tunduk atas putusan itu. Tak perlu minta-minta secara kasar begitu, kita akan jalanin. Tapi memang harus ada azas keadilan itu. Jangan dikorbankan anak-anak," tambah Denny Lubis selaku kuasa hukum Yayasan Fajar Hidayah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved