Ridwan Kamil Bakal Masuk Parpol Tahun Depan, Golkar: Kami Terbuka, Tapi Capres Tetap Airlangga

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah menimbang akan memilih warna apa untuk maju di Pilpres 2024.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa (30/11/2021) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah menimbang akan memilih warna apa untuk maju di Pilpres 2024.

Pria yang akrab disapa Emil ini memberikan sinyal bakal masuk partai politik (parpol) pada 2022 mendatang.

Hal itu disampaikan Ridwan Kamil saat tampil di acara Future Leader yang digelar Fisipol Universitas Gajah Mada ( UGM), Yogyakarta, Kamis (2/12/2021).

Saat itu, Emil menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan ia akan mencalonkan diri dalam Pilpres 2024.

Menurutnya, pilihan politiknya ke depan berlandaskan realita dan dua pilihan.

Pintu pertama adalah melanjutkan periode dua sebagai Gubernur Jabar.

"Kalau saya pilih kiri, 2024 saya ikut Pilgub lagi. Atau pintu kedua, kepemimpinan nasional. Karena kan Pak Jokowi selesai dalam dua periode,” katanya dilansir dari Tribunnews.com, Kamis.

Menurut orang nomor satu di Jabar ini, dirinya akan selalu mendapatkan pertanyaan terkait Pilpres 2024, karena publik bertanya siapa yang akan melanjutkan kepemimpinan usai Jokowi.

Maju dalam kontelasi nasional menurutnya membutuhkan tiga modal besar, yakni elektabilitas dan popularitas, dua logistik, lalu ketiga partai yang dalam sistem demokrasi menjadi kendaraan untuk maju.

"Dua modal itu saya belum punya. Duit tidak ada, partai juga belum. Yang saya miliki sekarang elektabilitas dan kesukaan," tuturnya.

Baca juga: Buruh Karawang Gugat Ridwan Kamil ke PTUN, KBB : Jangan Harap Jadi Calon Presiden Kita Coblos

Baca juga: Jajal Fasilitas di Alun-alun Kota Bogor, Ridwan Kamil Beri Masukan untuk Bima Arya

Karena belum memiliki modal logistik dan berpartai, dirinya saat ini tengah meningkatkan kinerja.

Jika upaya ini direspon partai politik dengan meminangnya untuk maju, Ridwan Kamil memastikan pihaknya tidak akan menolak.

"Tapi politik tahu diri itu, saya harus tahu diri, anda itu siapa. Diusung partai belum pasti, kalau nggak, saya tahu diri. Kalau tidak ada partai, saya akan melanjutkan menjadi gubernur. Tapi kalau ada partai butuh tokoh elektabilitas yang lumayan, saya dihitung, saya bismillah,” katanya.

Dibanding menunggu dipinang, Ridwan Kamil akhirnya memutuskan dirinya akan masuk partai politik pada tahun depan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved