Breaking News:

Detik-detik Anggota Dishub Gadungan Kepergok Saat Sedang Pungli di Bogor, Kini Dibekuk Polisi

Si perekam video dengan emosi mengatakan bahwa si pelaku ini sudah menyalahi aturan karena mengaku dari sebuah organisasi tetapi memakai seragam Dishu

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
IG: @pancakarsakabbogor
Tangkapan layar video anggota Dinas Perhubungan (Dishub) gadungan di Leuwiliang, Kabupaten Bogor panik saat aksinya ketahuan beredar di media sosial 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, LEUWILIANG - Video anggota Dinas Perhubungan (Dishub) gadungan di Leuwiliang, Kabupaten Bogor panik saat aksinya ketahuan beredar di media sosial.

Dalam video berdurasi 1 menit 27 detik itu terlihat pelaku mengenakan topi bertuliskan 'Dishub' serta mengenakan jaket hitam juga membawa tas slempang dan membawa map berisi sekumpulan kertas.

Anggota Dishub gadungan ini diduga kepergok dan direkam oleh anggota Dishub yang asli.

Si pelaku pun tampak panik dan langsung membuka dan membeberkan berkas dan uang isi map yang dia bawa di tanah sembari memberikan penjelasan dengan terbata-bata.

"Dapat uang berapa banyak ? Topi apa ini ?, Dishub. Seragam apa ini ?, Dishub. Kopel apa ini ?, Dishub. Atas nama siapa ini ?," kata pria si perekam video yang terdengar bernada emosi.

Si perekam video dengan emosi mengatakan bahwa si pelaku ini sudah menyalahi aturan karena mengaku dari sebuah organisasi tetapi memakai seragam Dishub.

Si pelaku saat itu juga terus terlihat panik sambil membereskan berkas-berkas isi map yang berceceran di tanah.

Setelah mendapat laporan, Polisi langsung melakukan penyelidikan kasus ini kemudian menangkap anggota Dishub gadungan berinisial JT.

Menurut polisi, pelaku kerap melakukan pungutan liar terhadap para pelaku usaha.

"Dari pengakuannya, JT ini bukan anggota Dishub Kabupaten Bogor, dan telah melakukan pemerasan terhadap para pelaku usaha," kata Kapolsek Leuwiliang Kompol Andriyanto kepada wartawan, Sabtu (4/12/2021).

JT diamankan dengan barang bukti berupa uang sebesar Rp 1.503.000, lembar kwitansi bukti pembayaran restribusi jasa usaha, 1 buah stempel, 2 buah tempat tinta dan daftar nama para pelaku usaha.

"Kami masih pemeriksaan terhadap JT untuk mengetahui apakah ada pelaku lain yang meminta pungutan kepada para pelaku usaha," ungkap Kapolsek.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved