Sebut Anies-AHY Bakal Hambat Prabowo-Puan di Pilpres 2024, Pengamat: Representasi Kekuatan Non-PDIP

Dari sekian banyak nama potensial, ternyata hanya empat kandidat yang menguat dan membentuk dua poros utama, yakni Prabowo-Puan dan Anies-AHY.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Ardhi Sanjaya
Kolase
Fahri Hamzah tanggapi kemungkinan koalisi Prabowo-Puan di Pilpres 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pilpres 2024 semakin hangat dibicarakan publik.

Beberapa pihak sudah mulai mendeklarasikan dukungan kepada para calon kandidat.

Bahkan sudah banyak yang memasangkan para calon untuk diusung di Pilpres 2024.

Dari sekian banyak nama potensial, ternyata hanya empat kandidat yang menguat dan membentuk dua poros utama.

Direktur Eksekutif Indostrategic, Ahmad Khoirul Umam memprediksi pasangan yang akan bersaing saat Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 mendatang, hanya dua poros besar.

Kedua poros besar itu diwakili oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Puan Maharani perwakilan dari PDIP, dan Anies Baswedan perwakilan non partai.

Keempatnya tokoh itu kemudian terbagi menjadi dua poros, yakni Prabowo-Puan dan Anies-AHY.

Dua poros ini pun menjadi kekuatan besar dalam Pilpres 2024 karena mewakili pendukung masing-masing.

Menurut Umam, kesimpulan ini lahir sebab ia menilai akan ada dua poros besar saat Pilpres nanti, yakni pro-PDIP dan non-PDIP.

"Kalau misalnya di (Pilpres) 2024 ya polanya kemungkinan besar yang muncul adalah satu kekuatan pro PDIP, kedua adalah non-PDIP,” katanya dilansir dari Wartakotalive.com, Senin (6/12/2021).

Baca juga: Bukan Prabowo, Arief Puyuono Prediksi Dua Nama Ini yang Berpeluang Gantikan Jokowi di Pilpres 2024

Baca juga: Sebut Jawa Barat Kandang Prabowo, Gerindra: Kita Pertahankan pada Pemilu 2024

"Pro-PDIP Ini bisa pak Prabowo masuk di situ, untuk dipasangkan dengan Puan yang punya mesin politik besar," imbuh Umam.

Menurutnya, untuk Prabowo dan Puan, pasangan ini berpotensi lantaran memang sudah memenuhi syarat untuk mengajukan calon Presiden atau presidential thereshold.

Namun, faktor utamanya adalah Prabowo yang memiliki elektabilitas tinggi.

Kendati demikian, meski dinilai punya banyak suara, dirinya menilai Prabowo belum bisa menang.

Karena itu butuh mesin politik yang kuat, yakni PDIP.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved