Sidak Kawasan Tanpa Rokok di Kota Bogor, Bima Arya Temukan Hal Baru : Selalu Saja Ada Akalnya

Selain itu kata Bima Ia menemukan hal baru terkait promosi iklan rokok yang berkamuflase dengan desain yang sama sekali tidak menampilkan rokok.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor Bima Arya Memusnahkan barangbukti pelanggaran sidak Perda KTR di Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama Satgas Kawasan Tanpa Rokok dan Forum komunikasi pimpinan daerah memusnahan barang bukti hasil razia kawasan tanpa rokok di Kota Bogor.

Pelaksanaan pemusnahan atribute rokok tersebut dilakukan di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor, Senin (6/12/2021).

Sesuai Perda No 10 tahun 2018 tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 12 tahun 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok pada pasal 8 hingga pasal 16, disebutkan berbagai aturan dan larangan lokasi penjualan dan display rokok.

Untuk melakukan sosialisasi dan pengawasan terhadap Perda tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama Satgas KTR melakukan razia dan inspeksi mendadak ke beberapa lokasi toko, warung, ritel dan minimarket.

Dari hasil itu kata Bima Arya Sugiarto menemukan hal hal baru.

Di toko-toko modern pelaku usaha sudah menerapkan aturan sesuai Perda KTR di Kota Bogor.

"Di warung-warung dekat pemukiman 3 sampai 4 warung kacau tuh belum nutup mereka bahkan banyak atribut yang masih dipasang dan menurut pengakuan tukang warungnya itu ditempel langsung oleh marketingnya," katanya.

Selain itu kata Bima Ia menemukan hal baru terkait promosi iklan rokok yang berkamuflase dengan desain yang sama sekali tidak menampilkan rokok.

"Sekilas atribut itu seperti produk minuman atau hal-hal lain lah tapi kalau dilihat jelas-jelas ternyata rokok jadi sekarang caranya sudah macam-macam yang penting nempel dulu sloganya taglinenya saya baru tau oh ini rokok padahal gambarnya bukan rokok teh tadi di cangkir gitu loh kelihatan bagus designya ternyata rokok juga," katanya.

Bima juga menyebut bahwa produsen rokok tidak habis akal untuk bisa masuk dengan cara cara mendesign iklan promosi dengan cara berbeda.

"Kemasannya macam macam jadi pentingnya sidak ini bukan hanya untuk membuat warga paham tapi kita membaca strategi produsen yang selalu saja ada akalnya ada saja akalnya," katanya.

Terkait bahaya rokok, pencegahan terhadap rokok kepada anak anak juga menjadi dasar dari munculnya Perda KTR ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno menjelaskan, Sidak KTR kali ini difokuskan kepada pelanggaran display pemasangan produk rokok di tempat penjualan, maupun pemasangan atribut, baik iklan, promosi, maupun sponsor.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved