Bima Arya Sidak Iklan Rokok, Cegah Meningkatnya Perokok Anak dan Remaja

“Tadi saat sidak saya menemukan hal-hal baru. Pertama, memang di minimarket, di toko modern relatif lebih patuh sudah ditutup display rokoknya.

Editor: Mohamad Rizki
Istimewa/Pemkot Bogor
Bima Arya di kegiatan pemusnahan barang bukti iklan rokok, Senin (6/12/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Anak dan remaja usia di bawah 18 tahun paling banyak mencoba me rokok atau menjadi pe rokok pemula dari melihat iklan dan promosi produk rokok. Untuk itu, Satgas Kawasan Tanpa Rokok ( KTR) Kota Bogor terus melakukan sosialisasi hingga penindakan sesuai dengan Perda Nomor 10 tahun 2018 tentang perubahan Perda Nomor 12 tahun 2009 tentang KTR.

Data Kementerian Kesehatan menunjukan, terdapat peningkatan prevalensi me rokok pada masyarakat usia 10-18 tahun yakni sebesar 1,9 persen dari 2013 (7,2 persen) ke 2018 (9,1 persen) berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar. Tentu angka kenaikan ini tidak kecil.

“Tadi saat sidak saya menemukan hal-hal baru. Pertama, memang di minimarket, di toko modern relatif lebih patuh sudah ditutup display rokoknya.

Tapi kalo di warung dekat pemukiman masih banyak.

Bahkan banyak atribut-atribut rokok yang masih dipasang.

Menurut pengakuan tukang warungnya, ditempel langsung oleh distributor atau marketingnya,” ungkap Bima Arya usai pemusnahan barang bukti iklan rokok di halaman Kejari Kota Bogor, Senin (6/12/2021).

Bima Arya menambahkan, anak-anak dan remaja perlu terus ditingkatkan kesadarannya tentang dampak bahaya dari penggunaan rokok dan ‘bujukan’ iklan rokok yang menggunakan berbagai cara dan strategi demi menarik minat kaum muda.

“Sekilas atribut itu seperti produk minuman, didesain sangat menarik.

Tapi kalau dilihat jelas-jelas ternyata rokok. Jadi sekarang caranya udah macem-macem.

Yang penting nempel dulu slogan atau taglinenya rokok tersebut,” jelas Bima.

Bima Arya bersama Satgas KTR terjun menyasar warung dan retail yang masih memasang iklan dan display rokok.

Sidak tersebut, kata Bima, bukan hanya membuat warga paham, tapi juga untuk membaca strategi para produsen rokok yang selalu ada akalnya.

“Sampai sekarang masih coba masuk mereka (produsen rokok).

Kadang-kadang ada event, kita perlu dukungan, mereka masuk.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved