Remaja 16 Tahun Pingsan hingga Meninggal Pasca Kunjungi Rumah Hantu, Diduga Sakit Jantung

Setelah pingsan, Suhairil dibawa keluar dan kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun dinyatakan meninggal dunia

ist
ilustrasi rumah berhantu 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Seorang remaja di Malaysia meninggal dunia setelah mengunjungi rumah hantu bersama teman dan keluarganya di sebuah resor di Bentong, Rabu (1/12/2021).

Dilaporkan Kosmo! Malaysia, Mohammad Suhairil (16) memutuskan masuk ke rumah hantu bersama temannya.

Namun ia tiba-tiba pingsan di dalam rumah hantu itu.

Dalam sebuah video yang viral di media sosial, Suhairil terlihat panik dan ketakutan.

Temannya sempat memintanya untuk tarik napas sebelum akhirnya ia jatuh tak sadarkan diri.

Setelah pingsan, Suhairil dibawa keluar dan kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Namun, ia tidak pernah sadar kembali dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Mohammad Suhairil meninggal dunia
Mohammad Suhairil meninggal dunia (Facebook Mr Wan Cai Official)

Autopsi menyebut Suhairil memiliki jantung berlubang, kondisi bawaan yang dapat mengakibatkan masalah aliran darah, detak jantung, pernapasan, kelelahan, dan lainnya.

Kapolsek Bentong Inspektur Zaiham Mohd Kahar menjelaskan insiden itu dianggap sebagai kasus kematian mendadak, melihat situasinya.

Jasad Suhairil telah dikembalikan ke keluarganya di Melaka.

Bukan untuk Jantung yang Lemah

Ilustrasi jantung sakit
Ilustrasi jantung sakit (Pixabay/Pexels)

Dilansir Mashable, kejadian tersebut bisa menjadi pengingat bagi mereka yang memiliki masalah jantung agar selalu berhati-hati dengan lingkungan dan keadaan mereka.

Telah banyak laporan kasus individu yang lemah terhadap kejutan dan ketakutan yang tiba-tiba, dengan konsekuensi mengalami gagal jantung, stroke, atau bahkan kematian seperti dalam kasus ini.

"Untuk orang dengan faktor risiko yang sudah ada sebelumnya atau penyakit kardiovaskular yang sudah ada sebelumnya, meraka harus menghindari lingkungan di mana mereka mungkin tiba-tiba stres seperti ini," kata Dr. Mark Estes, seorang ahli jantung dan profesor kedokteran di University of Pittsburgh Medical Center.

"Pikiran manusia dan tubuh manusia memang memiliki kemampuan untuk mempersiapkan diri menghadapi situasi yang dapat diantisipasi yang mungkin membuat stres dan umumnya menanganinya jauh lebih baik," tambahnya.

"Ini adalah hal-hal yang tiba-tiba dan tidak terduga yang cenderung menyebabkan peningkatan dramatis dalam detak jantung dan tekanan darah dan membahayakan orang-orang dengan penyakit kardiovaskular bawaan."

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie) 

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved