Breaking News:

IPB University

Temuan Baru, IPB Kembangan Masak Rendang Cuma 1 Jam Pakai Krimer Sawit

Dekan Fateta IPB University Prof Slamet Budijanto menjelaskan bahwa minyak sawit berkontribusi secara signifikan pada devisa negara.

(KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI)
ilustrasi rendang. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB University dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) launching inovasi “Rendang Seasoning Mix Berbahan Krimer Sawit”.

Dalam sambutannya, Dekan Fateta IPB University Prof Slamet Budijanto menjelaskan bahwa minyak sawit berkontribusi secara signifikan pada devisa negara.

Minyak sawit dan minyak inti sawit dapat dikembangkan dalam bentuk inovasi.

Sayangnya Indonesia masih mengimpor salah satu produk turunan sawit yaitu gliserin monosterat,

“Produk hilir bernilai tambah ini perlu dikembangkan dan mendapat dukungan,” ujarnya.

Ketua Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN) IPB University, Prof Suprihatin mengungkapkan bahwa ada berbagai inovasi di sektor minyak sawit yang dihasilkan oleh Departemen TIN.

Salah satunya adalah inovasi pangan ini yang merupakan pengembangan produk rendang. Rendang adalah makanan yang mudah dijumpai di Indonesia.

“Manfaat Non Dairy Creamer minyak sawit adalah meningkatkan nilai tambah minyak sawit, mempunyai masa simpan relatif lama dan dapat bersaing dengan produk lain. Harganya lebih murah daripada santan,” terang Anggota Majelis Standar Keinsinyuran, Persatuan Insinyur Indonesia tersebut.

Menurut Direktur Kemitraan BPDPKS Edi Wibowo, kerjasama BPDPKS dengan Fateta IPB University bertujuan untuk memperkuat kemitraan Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK).

Menurutnya, sub sektor perkebunan meliputi kelapa sawit mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved