Breaking News:

IPB University

Cegah Kebakaran Hutan, Pakar Jerman Sebut Penanganan di Indonesia Kurang Koordinasi dan Sharing Ilmu

Sistem FDRS dibangun berdasarkan parameter cuaca seperti temperatur, tingkat kelembaban, intensitas angin, serta curah hujan.

TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY
Ilustrasi - petugas sedang berusaha memadamkan kebakaran di hutan 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Regional Fire Management Resource Center-Southeast Asia (RFMRC-SEA) IPB University menggelar webinar dengan tajuk Pencegahan Kebakaran Hutan, Peringatan Dini, Pemantauan, dan Pelaksanaan di Lapangan.

Webinar digelar beberapa waktu lalu dengan menghadirkan Georg Buchholz, perwakilan dari German Agency for International Cooperation (GIZ).

Di dalam presentasinya  memaparkan sejauh mana peran Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dalam mencegah kebakaran hutan di Indonesia.

Ia menyebutkan bahwa peran PKH dapat ditingkatkan dengan fokus pada pengelolaan air di kawasan gambut, memberikan pengetahuan serta akses pasar untuk produk pertanian tanpa tebang dan bakar, membentuk brigade pencegahan kebakaran terpadu bersama institusi lain, serta membina komunikasi yang baik di dalam PKH maupun dengan institusi lain.

“Semua elemen penanggulangan kebakaran sebetulnya sudah ada di Indonesia. Namun masih kurang koordinasi dan sharing ilmu antar instansi dan sektor,” pungkas Georg Buchholz.

Sementara itu Dr Agie Wandala yang merupakan perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan sistem peringkat bahaya kebakaran yang dijalankan BMKG.

Sistem ini disebut Fire Hazard Rating System (FDRS) yang digunakan untuk menentukan tingkat potensi kebakaran hutan dan lahan.

Sistem FDRS dibangun berdasarkan parameter cuaca seperti temperatur, tingkat kelembaban, intensitas angin, serta curah hujan.

“FDRS dapat membantu mengurangi atau mencegah kebakaran hutan. Ia juga menjadi pedoman dalam merencanakan intervensi terhadap ancaman bahaya kebakaran dan penyebarannya,” ujar Dr Agie.

Dr Agie menyebutkan sebagai upaya meningkatkan peran serta layanan BMKG, pada 1 Desember tahun 2021 mendatang BMKG berencana melakukan soft launching sebuah platform mitigasi dan kesiapsiagaan kebakaran hutan yang disebut SPARTAN.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved