Breaking News:

Strategi Pencegahan Stunting Dengan Edukasi, Kolaborasi dan Amunisi, Pemkot Bogor Revisi Target

Hasil program yang berjalan selama enam bulan di dua kelurahan pilot project di Kelurahan Pasirjaya dan Pasirkuda ini menunjukkan hasil yang baik.

Editor: Mohamad Rizki
Istimewa/Pemkot Bogor
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkolaborasi dengan NGO Internasional Child Fun bersama Ikatan Alumni Kesehatan Masyarakat Indonesia, Yayasan Warga Upadaya, Yayasan Cipta memaparkan hasil program Bapak Ibu Anak Tangguh Kota Bogor (Batagor) di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kamis (9/12/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkolaborasi dengan NGO Internasional Child Fun bersama Ikatan Alumni Kesehatan Masyarakat Indonesia, Yayasan Warga Upadaya, Yayasan Cipta memaparkan hasil program Bapak Ibu Anak Tangguh Kota Bogor (Batagor) di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kamis (9/12/2021).

Hasil program yang berjalan selama enam bulan di dua kelurahan pilot project di Kelurahan Pasirjaya dan Pasirkuda ini menunjukkan hasil yang baik.

Pasalnya, data stunting Kota Bogor berdasarkan bulan penimbangan Agustus 2021 menunjukkan angka 7,44 persen.

Angka ini dibawah angka provinsi Jawa Barat 31,6 persen dan angka Nasional 27,7 persen.

"Target di RPJMD 2024, angka Stunting 10 persen.

Kalau dari target sebenarnya sudah terlampaui.

Tapi ini tidak cukup, target kita harus lebih tinggi lagi, mari kita revisi target kita tidak cukup 7,44 persen," ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Dia menyebutkan, ada tiga strategi pencegahan stunting yakni edukasi, kolaborasi dan amunisi.

Terkait edukasi tidak hanya warga di pelosok dan pinggiran, di perumahan teratur atau middle up (menengah ke atas) pun tidak semua paham tentang pola asuh yang baik.

Sehingga harus menjadi perhatian, edukasi ke semua segmen dan level.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved