Ngaku Dijambret, Wanita Muda Ternyata Gelapkan Uang Perusahaan RP 30 Juta untuk Kebutuhan Pribadi

Sandiwara seorang wanita mengaku menjadi korban penjambretan di Kabupaten Pelalawan, Riau, akhirnya terbongkar.

Editor: Vivi Febrianti
Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Tersangka penggelapan uang perusahaan TNS (25) saat diamankan di Polres Pelalawan Kamis (9/12/2021) pekan lalu. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sandiwara seorang wanita mengaku menjadi korban pen jambretan di Kabupaten Pelalawan, Riau, akhirnya terbongkar.

Wanita berinisial TNS (25) alias Mala seorang admin perusahaan swasta bersandiwara membuat laporan polisi di Polsek Pangkalan Kerinci untuk menutupi kejahatannya.

Pelaku yang bekerja di sebuah perusahaan pembiayaan kendaraan tersebut membuat laporan palsu kepada polisi karena diduga menggelapkan uang perusahaan hampir Rp 30 juta untuk kebutuhan pribadinya.

"Tersangka awalnya membuat laporan sebagai korban jambret. Saat diselidiki ternyata tidak betul terjadi. Itu hanya alibi untuk menutupi kesalahannya," kata Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko melalui Kasat Reskrim AKP Nardy Masri Marbun kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (10/12/2021).

Kasat Nardy Masri menceritakan, awalnya wanita muda itu mendatangi Polsek Pangkalan Kerinci pada 1 Desember 2021 sekitar pukul 13.30 WIB.

Baca juga: Ponselnya Dirampas, Korban Tabrak 2 Jambret hingga Tewas

Dalam Laporan Polisi yang dibuatnya, TNS mengaku telah di jambret orang tidak dikenal di depan toko Pas Busana Jalan Lintas Timur (Jalintim) Pangkalan Kerinci.

Mala kehilangan uang Rp 17.748.000 akibat kejadian itu.

Padahal uang tersebut untuk membayar pajak reklame perusahaan tempatnya bekerja.

Setelah laporannya diterima, Unit Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci melakukan penyelidikan berdasarkan keterangan korban.

Setelah dilakukan pendalaman, polisi tidak menemukan adanya kejadian penjambretan sesuai laporan pegawai swasta itu.

Baca juga: Ditinggal Komplotannya Saat Beraksi, Jambret Ceburkan Diri ke Got di Jakarta Utara

Diduga kuat jika laporannya tidak benar atau palsu.

Tepat pada 8 Desember, koordinator kas dari kantor Pekanbaru mendatangani kantor di Pangkalan Kerinci untuk melakukan audit terhadap pemasukan dan pengeluaran perusahaan.

Dalam pemeriksaannya, didapati saldo akhir Rp 35,5 juta, tapi isi kas kantor hanya sebesar Rp 770 ribu dan pengeluaran sebanyak Rp 4,8 juta.

Ada selisih uang yang tidak kelihatan mencapai Rp 29,9 juta.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved