Mulai Langka, Jajanan Anak 90-an Ini Kembali Hits dan Diburu Siswa SD di Ciawi

Meskipun terbilang cukup legendaris, jajanan Gulali atau Bebeko ini masih bisa bertahan sampai saat ini.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Gulali atau Beko Yanto di Ciawi, Senin (13/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAWI - Meskipun terbilang cukup legendaris, jajanan gulali atau bebeko ini masih bisa bertahan sampai saat ini.

Rasa manis dan diukir bentuk sedemikian rupa, jajanan ini menjadi daya tarik tersendiri dari tahun 1990-an hingga saat ini.

Seperti Yanto salah satu penjual yang berasal dari Ciawi, Kabupaten Bogor, yang masih bisa eksis berjualan hingga saat ini.

Saat ditemui oleh TribunnewsBogor.com, Senin (13/12/2021) Yanto sedang berjualan di sekitaran Sekolah Dasar Amaliah, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Berbahan dasar gula dan dicampur dengan pewarna makanan, jajanan legendaris yang ditawarkan Yanto ini selalu patut untuk dicoba.

"Saya 24 tahun udah jualan ini. Kalau di SD biasanya saya sampai bubar anak sekolahan," katanya.

Selain itu, harga yang ditawarkannya pun cukup murah.

Mulai dari Rp 2.000-5.000 tergantung bentuk apa yang diinginkan.

Gulali atau Beko Yanto di Ciawi, Senin (13/12/2021).
Gulali atau Beko Yanto di Ciawi, Senin (13/12/2021). (TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat)

Pantauan TribunnewsBogor di sekitaran SD Amaliah, gulali milik Yanto ramai dibeli oleh anak SD.

"Bang saya beli satu. Minta diukir rokok," kata anak sd.

"Bang saya minta yang bunga bentuknya," timpal anak SD lain.

Langsung saja Yanto sigap membuatkan motif yang diinginkan anak-anak SD tersebut.

Tidak perlu membutuhkan waktu lama, Yanto dengan cepat berhasil membuatkan gulali atau bebeko tersebut.

"Mungkin karena jajanan ini berbahan dasar gula. Anak-anak suka dengan rasa manisnya. Untuk bentuknya, kebanyakan motifnya itu rokok kalau engga bunga," ucap Yanto.

Tidak hanya itu, Yanto mengatakan motif lainnya pun banyak yang membeli.

"Pedang-pedangan, kemudian hewan juga banyak yang beli," imbuhnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved