MUI Kabupaten Bogor : Sejak 2005 Sudah Ada yang Mengaku Nabi 5, Imam Mahdi 12, Jibril 3, Tuhan 1

Dia mengaku bahwa dalam pantauannya dari tahun 2005 silam, banyak temuan-temuan fenomena pemahaman yang menyimpang.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, Ahmad Mukri Aji 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor Ahmad Mukri Aji mengatakan bahwa pemahaman menyimpang di Kabupaten Bogor penuh dengan dinamika.

Sebab, wilayah Kabupaten Bogor yang luas dan jumlah penduduk yang besar lebih dari 5 juta jiwa.

"Fenomena yang ada, itu penuh dinamika," kata Mukri Aji kepada wartawan, Senin (13/12/2021).

Dia mengaku bahwa dalam pantauannya dari tahun 2005 silam, banyak temuan-temuan fenomena pemahaman yang menyimpang.

Dari adanya orang yang mengaku nabi hingga mengaku Tuhan.

"Dari 2005 saya lihat, yang (mengaku) namanya nabi sudah 5, palsu tapi, yang namanya Imam Mahdi 12, yang namanya Malaikat Jibril 3, Tuhan 1," kata Mukri Aji.

MUI pun dituntut selalu waspada dengan variatifnya fenomena penyimpangan di Kabupaten Bogor ini.

MUI Kabupaten Bogor sampai diminta menjadi Musyawarah Pimpinan Daerah ( Muspida) plus sejak 2010 bersama Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, Ketua Pengadilan dan Kejari.

Serta MUI tingkat kecamatan juga bergabung ke Muspicam bersama Camat, Kapolsek, Danramil dan lain-lain termasuk pula tingkat desa.

"Jadi kita dari bawah ini. Persoalan kita selesaikan secara persuasif. Kemarin kejadian di Cibungbulang ada paham Hakekok yang awalnya ramai di Pandeglang Banten, bupati kontak saya juga. Persuasif, camat saya panggil, kades, RT, RW, MUI kecamatan dan desa saya panggil, sama-sama dengan kapolsek dan danramil," ungkapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved