Bocah 9 Tahun Hanyut di Sungai saat Mandi, Tangis Keluarga Pecah : Saya Lari, Dia Melambaikan Tangan

Sambil terisak, Yenita mengaku Ilham yang merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara itu pandai berenang.

Penulis: Uyun | Editor: Damanhuri
Tribunnews
Ilustrasi 

Humas Badan SAR Nasional (Basarnas), Yusuf Latif mengungkapkan cara yang tepat dalam pertolongan pertama korban yang tenggelam.

Yusuf mengatakan, hal pertama yang harus dilakukan yakni jika korban yang tenggelam masih ada napasnya, jaga napas tersebut jangan sampai hilang dan harus dikontrol.

Kemudian, karena dalam kondisi basah dan dikhawatirkan korban akan mengalami hipotermia maka penyelamat menjaga survivor dalam kondisi hangat.

"Segera diganti bajunya, karena ditakutkan korban akan mengalami hipotermia, apalagi ada dingin kondisinya, jadi takutnya memperparah korban," ujar Yusuf, dilansir dari Kompas.com.

Apabila korban telah diganti bajunya dengan pakaian kering, pastikan korban diselimuti untuk menjaga suhu tubuhnya.

Tenggelam
ilustrasi tenggelam (net)

"Cari ruangan tersendiri untuk segera mengganti pakaian korban, jangan diletakkan di pinggir jalan," ujar Yusuf.

Di sisi lain, hal yang sebaiknya dihindari saat menolong korban yang tenggelam, yakni langsung diberi minuman hangat.

Menurut Yusuf, meski korban masih dapat bernapas (meski lemah) jangan diberi minuman hangat.

"Jangan dulu sebelum dia sadar total. Dikhawatirkan kalau dikasih minuman hangat akan nyangkut di bagian tenggorokan, karena saraf motoriknya belum bekerja dengan normal," ujar Yusuf.

Upaya pemberian minuman hangat baru boleh dilakukan jika korban sudah benar-benar sadar dan dapat diajak berbicara.

Sementara itu, hal lain yang sebaiknya dihindari yakni jangan memberi napas buatan ketika korban sudah bisa bernapas.

Ia menyarankan, saat kondisi seperti itu penolong sebaiknya berfokus pada upaya menstabilkan kondisi korban.

Umumnya, orang yang tenggelam akan mengeluarkan busa dari mulut atau hidung.

Kendati demikian, masyarakat tidak perlu panik. Apabila korban dalam keadaan kritis sebaiknya segera menghubungi dokter atau layanan kesehatan terdekat. (*)

(TribunBogor/TribunJakarta)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved