Breaking News:

Kenaikan Angkutan Antar Provinsi Jelang Tahun Baru di Terminal Baranangsiang Tidak Signifikan

Kenaikan penumpang tidak signifikan itu juga terjadi pada jumlah penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Baranangsiang, Kota Bogor.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Bus antar kota antar provinsi yang akan masuk Terminal Baranangsiang, pada Sabtu (25/12/2021). 

Laporan Wartawa TribunnewsBogor.com, Linggan Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kenaikan jumlah penumpang sepekan menjelang tahun baru di beberapa terminal tipe A di bawah Badan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tidak begitu signifikan.

Kenaikan penumpang tidak signifikan itu juga terjadi pada jumlah penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Baranangsiang, Kota Bogor.

Kepala Humas BPTJ Kementerian Perhubungan Budi Rahardjo mengatakan kenaikan penumpang di Terminal Baranangsiang, Kota Bogor terjadi kenaikan penumpang sebesar 8,3 persen pada 19 hingga 25 Desember 2021.

Budi mengatakan, peningkatan tersebut terjadi jika di bandingkan dengan hari-hari biasa di luar peak season.

“Hasil evaluasi, jumlah keberangkatan bus AKAP menjelang hari Natal 2021 menunjukkan kecenderungan peningkatan, namun tidak signifikan. Peningkatan terjadi sekitar 8,3 persen di Terminal Baranangsiang, Kota Bogor," ujarnya dari keterangan yang diterima TribunnewsBogor.com, Senin (27/12/2021).

Rata raya kata Budi penumpang harian yang berangkat di Terminal Baranangsiang sepanjang Desember sebanyak 215 orang.

Sedangkan sepekan menjelang berlangsungnya Natal terdapat sekitar 233 penumpang per hari.

Budi menambahkan berdasarkan data BPTJ di terminal bus lain di bawah pengelolaan BPTJ juga alami peningkatan seperti di  Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang terdapat peningkatan jumlah penumpang sebesar 19,4 persen, di Terminal Jatijajar, Depok sebesar 22,4 persen, dan di Terminal Pondok Cabe, Kota Tangerang Selatan sebesar 33 persen.

Pada Nataru ini kata Budi, Kemenhub telah mengeluarkan aturan yang tertuang dalam SE 109 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat Selama Masa Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid- 19) yang efektif berlaku mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

"Dalam SE 109 Tahun 2021, tertulis jika setiap pelaku perjalanan wajib telah divaksin lengkap dan sudah diperiksa dengan hasil negatif rapid test antigen 1x24 jam, serta menggunakan aplikasi Peduli Lindungi selama bepergian," katanya.

Sementara itu khusus bagi pelaku perjalanan rutin di wilayah aglomerasi tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin dan surat keterangan negatif rapid test antigen.

"Sementara jika pelaku perjalanan jauh di bawah usia 12 tahun wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan dan dikecualikan syarat kartu vaksinasi,"katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved