Breaking News:

Ajak Anak Muda Bogor Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan, Eddy Soeparno : Ini Tanggung Jawab Bersama

Beberapa kasus pun terjadi dibeberapa wilayah teemasuk di Kota Bogor angka kekerasan terhadap perempuan pun Desember ini terjadi sebanyak dua kali kek

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Talenta Insan Muda Militan Eddy Soeparno (TIMES) mengadakan diskusi bertajuk 'Stop Kekerasan Terhadap Perempuan' di Popolo Coffee Baranangsiang. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kasus kekerasan terhadap perempuan kembali mencuat.

Beberapa kasus pun terjadi dibeberapa wilayah teemasuk di Kota Bogor angka kekerasan terhadap perempuan pun Desember ini terjadi sebanyak dua kali kekerasan asusila.

Melihat kondisi itu Talenta Insan Muda Militan Eddy Soeparno (TIMES) mengadakan diskusi bertajuk 'Stop Kekerasan Terhadap Perempuan' di Popolo Coffee Baranangsiang.

Pada diskisi tersebut dihadiri puluhan pelajar tingkat siswa  hingga mahasiswa, dengan menghadirkan Anggota DPR RI yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno, Wali Kota Bogor Bima Arya, Ketua TP PKK Kota Bogor Yane Ardian, Jubir Muda PAN Valeryan Bramasta dan Influencer Gen Z Calista Theola hingga Ketua TIMES Kota Bogor Andika SB.

Eddy Soeparno mengatakan, diskusi yang berbarengan dengan masa reses ini menghadirkan anak-anak muda dengan mengangkat tema yang tengah jadi pembicaraan hangat yakni pencegahan kekerasan seksual terhadap perempuan.

"Pembicaranya ada Bu Yane, Kang Bima Arya, ada influencer muda Callista serta jubir muda PAN, kita adakan ini sebagai proses pembelajaran, pengetahuan tambahan kepada generasi muda, untuk lebih waspada terhadap isu kekerasan seksual ini," katanya dari keterangan yang diterima TribunnewsBogor.com, Kamis (30/12/2021).

Sebagai anggota DPR RI, Eddy merasa punya kewajiban untuk hadir di daerah pemilihannya (dapil) di Kota Bogor-Cianjur, untuk tetap memberikan edukasi dan membawa manfaat kepada anak-anak muda.

"Kita juga bahas soal RUU Pencegahan Kekerasan Seksual (PKS), kami sampaikan juga dimana kendala-kendalanya, kita telah melakukan perubahan-perubahan," tegas Kang Eddy, sapaan karibnya.

Dari sisi penanganan kekerasan terhadap perempuan kata Eddy tidak boleh dan tidak perlu disimpan sendiri.

"Sehingga sampai hal itu terjadi, harus dilaporkan supaya ditangani kalau nggak, jadi mudarat yang lebih besar,"ujarnya.

Pria yang duduk sebagai wakil ketua komisi VII DPR RI itu juga menyampaikan bahwa semua punya tanggung jawab untuk segera melaporkan bila melihat atau mendengar kejadian tersebut.

Sementar itu, Ketua TIMES Kota Bogor Andika SB menuturkan, pada diskusi tersebut dihadiri 50 orang lebih anak muda, yang terdiri dari siswa SMAN di Kota Bogor beserta ketua OSIS-nya hingga kalangan mahasiswa.

Ia menambahkan, TIMES berharap adanya diskusi bisa memberikan edukasi ataupun hal-hal positif kepada teman-teman muda yang ada di Kota Bogor bahwa kekerasan terhadap perempuan ini harus bisa di minimalisir.

"Sehingga nanti kedepannya teman-teman muda yang hadir pun bisa memberikan secara luas pentingnya kepekaan dan kepedulian kita sebagai generasi penerus, kepada isu-isu dan kasus-kasus seperti ini. Semoga tidak ada lagi korban-korban kekerasan terhadap perempuan selanjutnya," tutup anak dari anggota DPRD Kota Bogor Safrudin Bima itu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved