Kasus Pembunuhan di Subang

Polisi Ungkap Sketsa Wajah Pembunuh Amel, Kakak Tuti Ungkap Firasat Permintaan Almarhumah: Bersihkan

Diungkap Kombes Pol Yani Sudarto, penyidik telah membuat sketsa wajah terduga pelaku pembunuhan Tuti dan Amalia.

Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
kolase Tribun Jabar
Alasan HP Suami Korban Pembunuhan Disita Polisi, Hubungan Yosef dan Tuti Diungkap Kakak 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Keluarga menyambut positif kabar Polda Jabar yang telah membuat sketsa wajah pelaku pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.

Namun rupanya, keluarga korban pembunuhan yakni mendiang Tuti Suhartini sempat punya firasat.

Firasat itu dimiliki kakak Tuti sebelum polisi merilis sketsa wajah pelaku pembunuhan.

Seperti diketahui, kasus pembunuhan ibu dan anak di Desa Jalan Cagak, Kabupaten Subang itu terjadi pada 18 Agustus 2021.

Hingga hari ke-134, pembunuh Tuti dan Amalia belum jua diketahui.

Sampai pada Rabu (29/12/2021) kemarin, polisi mengungkap ciri-ciri hingga sketsa wajah terduga pelaku.

Dalam sketsa itu, pelaku digambarkan berjenis kelamin laki-laki, berambut pendek, masih muda, dan berkulit putih.

Kabar polisi merilis sketsa wajah pelaku itu disambut baik oleh keluarga korban.

Baca juga: Jewer Pelatih Biliar, Gubernur Edy Rahmayadi Diminta Membuat Permohonan Maaf

Terlebih kakak almarhumah Tuti, Lilis Sulastri yang tampak bergembira ada kemajuan dalam penanganan kasus Subang.

Lilis yang merupakan keluarga dari korban berharap agar kasus tersebut cepat terungkap.

Terlebih saat ini sudah adanya progress dari pihak kepolisian yang sudah merilis sketsa wajah dari terduga pelaku.

"Mudah-mudahan dengan adanya sketsa wajah ini, cepat-cepatlah itu, kasian yang meninggal kasian ke allmarhumnya terus sama keluarga juga yang masih menunggu," ujar Lilis dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribun Jabar, Kamis (30/12/2021).

Ungkap Curhatan Tuti Sebelum Tewas, Kakak Bongkar Sosok Musuh hingga Momen Suami Korban Marahi Ipar
Ungkap Curhatan Tuti Sebelum Tewas, Kakak Bongkar Sosok Musuh hingga Momen Suami Korban Marahi Ipar (youtube channel tv one)

Mimpi Lilis

Tak hanya senang saat mengetahui sketsa wajah pelaku terungkap, Lilis juga tampak antusias saat bercerita soal mimpinya.

Rupanya beberapa hari sebelum polisi mengungkap sketsa wajah pelaku, Lilis sempat mimpi bertemu almarhumah Tuti.

Kepada kakaknya, Tuti meminta kematiannya yang tidak wajar itu untuk disempurnakan.

Baca juga: Misteri Mayat Bayi Tanpa Kepala Terungkap, Korban Sempat Dikuburkan Lalu Dibuang ke Sungai

Dalam mimpi itu, Tuti menceritakan soal rumah yang semasa hidup ditinggali bersama Amalia kini dalam keadaan berantakan dan masih ada sisa-sisa darah.

Karenanya, Tuti meminta Lilis untuk membersihkan rumah tersebut.

"Saya belum lama ini mimpi, kata adik saya dia minta disempurnakan dan membersihkan rumah yang berantakan," kata Lilis.

Apakah pesan dalam mimpi itu akan dikabulkan Lilis?

Kondisi Terkini TKP Pembunuhan Ibu dan anak di Subang, Jawa Barat
Kondisi Terkini TKP Pembunuhan Ibu dan anak di Subang, Jawa Barat (Tribun Jabar/Dwiky Maulana Vellayati)

Terkait hal tersebut, Lilis mengaku belum tahu kapan akan mewujudkan permintaan almarhumah Tuti di mimpi tersebut.

Sebab hingga kini rumah itu masih menjadi bagian dari tempat yang diselidiki polisi untuk mendapatkan bukti-bukti.

Kendati demikian, Lilis masih memikirkan pesan dari Tuti tersebut.

"Kalo diingat-ingat tuh sedih, dalam mimpi bilang ke saya bilang tolong sempurnakan," kata Lilis.

Baca juga: Pelatih Sepakbola SMAN 10 Bogor Timnas Indonesia Menang Tipis di Leg Kedua Piala AFF 2021

Janji Kapolda Jabar

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribun Jabar, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar, Kombes Pol Yani Sudarto membeberkan perihal sketsa tampang terduga pelaku.

Diungkap Kombes Pol Yani Sudarto, penyidik telah membuat sketsa wajah terduga pelaku pembunuhan Tuti dan Amalia.

"Kami sudah melakukan langkah memeriksa saksi potensial dengan mendapatkan sketsa wajah dari terduga yang potensial dalam kasus tersebut. Sketsa wajah ini hasil dari tim Inafis bareskrim," ujar Kombes Pol Yani Sudarto di Polda Jabar, Rabu (29/12/2021).

Dari sketsa itu sekilas tampak sosoknya masih muda.

Tampak dari sketsa yang ditunjukkan, sosok terduga pembunuh Tuti dan Amalia itu memiliki rambut pendek nyaris cepak di bagian bawah.

Kombes Pol Yani Sudarto menyebut pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebanyak lima kali guna mengungkap kasus pembunuhan Tuti dan Amalia.

sketsa terduga pelaku kasus Subang, yang menghabisi nyawa Tuti dan Amalia
sketsa terduga pelaku kasus Subang, yang menghabisi nyawa Tuti dan Amalia (Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman)

Polisi juga telah melakukan autopsi korban sebanyak dua kali.

"Pemeriksaan saksi-saksi total sudah 69 saksi,15 di antaranya saksi dari keluarga, 11 saksi yang saat itu melintas dan 32 saksi untuk menentukan alibi, sedangkan 11 saksi lainnya tidak berhubungan dengan perisristiwa, tapi diambil keterangannya," kata Kombes Pol Yani Sudarto.

Selain itu, penyidik juga telah melakukan pemeriksaan saksi ahli sebanyak tujuh orang, termasuk melakukan analisis CCTV.

"Analisis CCTV kurang lebih 40-50 titik yang diambil sepanjang 50 kilometer," ungkap Kombes Pol Yani Sudarto.

Baca juga: Giring Buka Suara soal Kabar di-DO dari Kampus Paramadina : Saya Gak Pernah Ketemu dengan Anies

Lamanya pengungkapan kasus pembunuhan ibu dan anak yang terjadi di Desa Jalan Cagak itu turut diungkap Kombes Pol Yani Sudarto.

Diakui Kombes Pol Yani Sudarto, kasus pembunuhan itu memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.

Hal itulah yang membuat penyidik belum mendapat dua alat bukti perkara.

"Kenapa kasus ini tingkat kesulitannya sangat tinggi, karena sampai saat ini penyidik belum dapat memastikan dua alat bukti," ucap Kombes Pol Yani Sudarto.

Kendati demikian, Kapolda Jabar, Irjen Pol Suntana tetap optimis.

Irjen Pol Suntana mengungkap satu perkara tidak selalu berlangsung dengan cepat.

"Memang dalam pengungkapan satu perkara itu tergantung bukti-buktinya, ada yang cepat dan lama, seperti kasus perampokan My Bank itu cepat," ujar Irjen Pol Suntana di Polda Jabar, Rabu (29/12/2021).

Baca juga: Cerita Pemilik Jembatan Perahu Viral Bisa Hasilkan Rp 20 Juta Per Hari, Biaya Pembuatannya Fantastis

Untuk kasus Subang, Irjen Pol Suntana menargetkan secepatnya terungkap di awal tahun 2022.

"Untuk kejadian di Subang mohon doanya target saya awal tahun ini penyidik sedang mengumpulkan fakta-faktanya."

"Mohon kesabarannya, saya berkomitmen terhadap kasus ini," pinta Irjen Pol Suntana.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved