Breaking News:

Benamkan Tubuh di Tumpukan Sampah Styrofoam, Aktivis Lingkungan di Bogor Sampaikan Pesan Ini

Pria yang juga menjadi anggota Satgas Naturalisasi Ciliwung ini membuat aksi benamkan diri diantara tumpukan styrofoam.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Aktivis lingkungan Suparno Jumar melakukan aksi benamkan diri diantara tumpukan sampah stayrofoal di hari pertama tahun 2022 untuk mebgingatkan masyarakat agar tetap dan terus menjaga alam. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Hari pertama di tahun 2022 ini, seorang aktivis lingkungan dari Komunitas Peduli Ciliwung, yang juga River Defender Lingkungan, Suparno Jumar, membuat aksi yang tak biasa.

Pria yang juga menjadi anggota Satgas Naturalisasi Ciliwung ini membuat aksi benamkan diri diantara tumpukan styrofoam.

Kepada TribunnewsBogor.com Suparno memperlihatkan berbagai potongan sampai styrofoam yang berserakan akibat terbawa aliran sungai.

Keberadaan sampah styrofoam ini kata Suparno tidak kalah mengkhawatirkannya dengan sampah plastik.

"Ketika ini tidak dikelola dengan baik, dibuang sembarangan maka akan menimbulkab timbunan sampah, jika dibakar berbahaya karena mengandung kimia, dan jika dibiarkan maka akan menjadi gunungan yang entah kapan akan terurai, mungkin bisa jadi ini tidak bisa terurai," katanya disela aktivitas membersihkan Ciliwung, Sabtu (1/12/2021).

Untuk mengingatkan masyarakat atas bahaya dampah styrofoam Suparno kemudian memberikan analogi dengan aksi membenamkan diri diantara tumpukan sampah styrofoam.

"Ini adalah kemasan makanan bakso siomay bubur ayam termasuk dari helm, dan lainnya, jadi kalian yang suka membeli bubur ayam ini wadah yang kalian gunakan ketika tidak dibuang dengan baik dan didaur ulang dengan baik ini susah diurai, dan akan menjadi tumpukan sampah yang merusak Ciliwung," katanya.

Suparno menyebut bahwa jika tidak segera dibenahi maka tumpukan styrofoam ini akan menjadi boomerang terhadap kelestarian lingkungan.

"Jadi sampai kapan mau seperti ini, kita ingin menunggu semua ini menjadi boomerang dan mengubur kita semua atau kita mulai dari sekrang dengan cara bijak menggunakan stayrofoam dengan membawa wadah sendiri dan sebagainya," katanya

Permasalahan sampah ini kata Suparno bukan hanya milik pemerintah ataupun aktivis lingkungan namun menjadi pekerjaan rumah bersama.

"Ketika air ini menjadi barang yang langka karena kerusakan lingkungan kita sendiri yang akan menerima akibatnya," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved