Breaking News:

BRIN Beberkan Status Penelitian ALAN di Kebun Raya Bogor

Terkait fungsi penelitian, BRIN pun melakukan penelitian terkait pengaruh cahaya malam buatan atau Artificial Light at Night (ALAN) terhadap keberlang

Ist/Dok BRIN
Peneliti dari Brin sedang melakukan penelitian terkait ALAN 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kebun Raya yang dikelola oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki lima fungsi yakni sebagai tempat konservasi tumbuhan, penelitian, pendidikan lingkungan, wisata, dan jasa lingkungan. 

Kelima fungsi tersebut harus berjalan beriringan. 

Terkait fungsi penelitian, BRIN pun melakukan penelitian terkait pengaruh cahaya malam buatan atau Artificial Light at Night (ALAN) terhadap keberlangsungan ekosistem di Kebun Raya Bogor.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan status penelitiannya terkait ekofisiologi di kawasan Kebun Raya Bogor (KRB). 

Ada tiga penelitian yang sedang dikerjakan BRIN, dan ketiganya bertujuan untuk mengetahui pengaruh akibat aktivitas yang dilakukan manusia terhadap tumbuhan atau hewan di KRB. 

Plt. Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi, Yan Rianto mengatakan, kegiatan kajian dan penelitian ini menjadi bagian penting untuk mendapatkan data yang valid terkait dampak yang diterima oleh tumbuhan dan hewan di KRB. 

Data ini nantinya akan dijadikan sebagai acuan nasional, khususnya bagi seluruh pengelola kebun raya di Indonesia.

“Kita membutuhkan data empiris di lapangan, bukan cuma perkiraan melainkan data yang dihasilkan dari pengukuran atau pengamatan, observasi yang tepat, dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tutur Yan.

Untuk itulah, BRIN melakukan kegiatan penelitian untuk mengetahui dampak yang diterima ekosistem akibat aktivitas manusia khususnya penggunaan ALAN. 

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved