Breaking News:

Sejumlah Harga Bahan Pokok Naik, Pedagang Gorengan di Bogor Kurangi Pemakaian Minyak

Setiap harinya, rata-rata pedagang gorengan ini menggunakan minyak goreng curah sebanyak 4 hingga 6 liter.

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Ade (44) pedagang gorengan di kawasan Jalan Suryakencana, Bogor, Senin (3/1/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Naiknya harga bahan pokok disejumlah pasar tradisional tidak semua pedagang menaikan harganya, salah satunya Ade (44) seorang pedagang gorengan dikawasan Jalan Suryakencana.

Ade mengatakan memang masih naik harganya, apalagi minyak goreng yang saya pakai terus.

"Sementara gini dulu aja, coba bertahan mau sampe kapan naiknya," ucpanya kepada TribunnewsBogor.com saat disambangi ditempat jualannya di Jalan Lawang Saketeng, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Setiap harinya, rata-rata pedagang gorengan ini menggunakan minyak goreng curah sebanyak 4 hingga 6 liter.

Selama bahan pokok naik, terutama minyak goreng, pedagang gorengan ini menyiasati dagangannya dengan mengurangi jumlah minyak yang digunakannya.

Pria kelahiran 1977 ini mengaku saya kurangi jumlah takaran minyaknya untuk menggoreng.

"Kalo ga gitu nanti kita ga dapet untung juga, sehari bisa kena 5 liter rata-rata buat ngegoreng," katanya.

Saat ini terpantau harga bahan pokok disejumlah pasar tradisional di Koto Bogor, untuk harga telur ayam Rp 30,3 ribu per kilo, bawang merah Rp 30,2 ribu, bawang putih Rp 30,1 ribu, cabai merah 47,5 ribu, cabai keriting Rp 49 ribu, cabai rawit hijau Rp 59,5 ribu, cabai rawit merah Rp 86,7 ribu dan minyak goreng curah Rp 18,5 ribu per kilonya.

Ia menambahkan dengan melambungnya harga bahan pokok, kita siasatinya seperti itu mengurangi takaran minyaknya.

"Harganya sekarang belum naik, di saya masih seribu rupiah per satu gorengannya," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved