Breaking News:

Soal Perbup Operasional Truk Tambang, ATTB Minta Bupati Bogor Kaji Ulang

Bukan tanpa soal, peraturan yang mulai berlaku tanggal 1 Januari 2022 tersebut dirasa sangat mengganggu aktifitas dan mobilitas masyarakat yang mengga

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
ILUSTRASI -- truk tambang yang melintas di jalan raya rumpin gunung sindur 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIGUDEG - Asosiasi Transporter Tangerang Bogor (ATTB) meminta Bupati Bogor Ade Yasin untuk mengkaji ulang Peraturan Bupati (Perbup) No 120 tahun 2021 perihal  pembatasan waktu operasional kendaraan angkutan barang khusus tambang di ruas Jalan di wilayah Kabupaten Bogor.

Bukan tanpa soal, peraturan yang mulai berlaku tanggal 1 Januari 2022 tersebut dirasa sangat mengganggu aktifitas dan mobilitas masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari usaha tambang tersebut.

"Ini kan operasionalnya itu pukul 20.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB. Sangat mengganggu yang menggantungkan hidupnya di area ini. Terutama masyarakat Kecamatan Cigudeg dan Rumpin. Bayangkan biasanya satu rit itu sehari semalam. Jika diberikan jam operasional bisa 2 hari 2 malam. Belum ditambah jika terjebak tidak bisa melintas karena jam. Ekonomi pasti terhambat lagi. Karena kan angkutan ini jalannya lambat. Kita minta dikaji ulang," ujar Sekjen ATTB Ahmad Gozali kepada TribunnewsBogor.com, Senin (3/1/2022).

Gozali pun menjelaskan, dalam pengkajian tersebut, seluruh elemen yang bersangkutan harus diundang oleh Bupati.

"Kita duduk bareng. Harus mengundang pihak kepentingan masayarakat hulu yang kehidupannya tambang dan angkutan. Baik masyarakat hilir yang tidak bergantungan. Kita diundang dulu untuk mencari solusi terbaiknya. Walapun soal Perbup tersebut tidak bisa dicabut dan dirubah," jelasnya.

Jika sudah seperti itu, menurutnya akan lebih dapat solusi secara bersama mengenai persoalan ini.

"Saya rasa perbup soal operasional itu bukan solusi. Malah menambah permasalahan yang ada. Baik perekonomian maupun mobilitas jalan dan angkutannya. Saya pikir Bupati harus seperti itu," ucapnya.

Kendati demikian ia tidak menampik tidak akan mempersoalkan hal tersebut jikalau pembangunan tol tambang Rumpin sudah selesai.

"Untuk yang jam operasional nya kami keberatan. Kalau soal kemecetan yang dihasilkan oleh mobilitas kendaraan bermuatan tambang galian ini memang kan realita jalan jalurnya itu kecil. Ketika sudah ada jalan tol tambang baru Bupati Bogor tidak masalah bagi kami ada solusinya. Disiapkan dengan pemerintah operasionalnya," imbuhnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved