Breaking News:

Evaluasi Jadi Faktor Pemberhentian Operasional Biskita Bogor untuk Sementara Waktu

Pengamat Transportasi dan Tata Kota, Yayat Supriatna menilai pemberhentian sementara operasional Biskita Kota Bogor akibat evaluasi yang dilakukan

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Biskita Bogor berhenti beroperasi, Shelter Biskita Cidangiang sepi tertutup rapat, Kamis (6/1/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pengamat Transportasi dan Tata Kota, Yayat Supriatna menilai pemberhentian sementara operasional Biskita Kota Bogor akibat evaluasi yang tengah dilakukan.

Yayat mengatakan, diberhentikannya operasional Biskita itu disebabkan adanya beberapa persoalan, salah satunya faktor lelang pelayanan yang berpengaruh kepada kenyamanan penumpang.

"Sebenarnya ada persoalan untuk keberlanjutannya salah satunya e-katalog untuk penentuan model pelelangan tidak terbuka hanya dengan e-katalog, artinya ini memberikan jaminan berkelanjutan disistemnya, karena kalau misalnya pemenangnya berubah akan diubah kembali sistemnya, jadi ini hanya persoalan administrasi saja," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (6/1/2022).

Yayat juga menyampaikan bahwa Wali Kota Bogor, Bima Arya sudah berkonsolidasi dengan para pengemudi Biskita mengenai permasalahan yang terjadi terutama urusan administrasi.

"Pemberhentian operasional Biskita sudah dilakukan berdasarkan koordinasi dan persetujuan dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, semuanya sudah ada arahan dari Menteri Perhubungan kepada semua Dirjen ataupun BPTJ untuk segera mempercepat proses administrasi ini, jadi ini bukan kesalahan pemerintah daerah," jelasnya.

Lebih lanjut, Yayat menegaskan secepatnya Biskita akan kembali beroperasi secara normal.

"Tidak lama lagi bis akan kembali beroperasi karena tidak ada masalah yang genting, kalau minggu depan sudah selesai juga bisa dioperasikan, tidak akan sampai sebulanlah diusahakan," paparnya.

Diberhentikannya sementara program Buy The Service (BTS) bukan hanya di Kota Bogor, tetapi di 30 kota lainnya di Indonesia di antaranya, Yogyakarta, Makassar dan Banyumas.

Kota Bogor merupakan satu-satunya yang memiliki program BTS di Jawa Barat yang berada di bawah pengawasan BPTJ.

Yayat mengatakan, biarpun Kota Bogor di bawah BPTJ tapi pelelangannya melalui cara yang sama di Kementerian Perhubungan jadi mengikuti ketentuan dan aturan yang sama juga.

"Persoalannya administrasi terkait pelaksanaan pelelangannya dan perubahan kebijakannya, ini yang membuat ada penundaan atau masa jeda dan masa jeda inilah yang digunakan oleh Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) kota Bogor untuk melakukan konsolidasi dan pembenahan di dalamnya juga," tambahnya.

Menurutnya dalam organisasi ini juga harus dibenahi supaya menjadi lebih profesional dan siap untuk menjalankan programnya secara lebih baik.

"Sebentar lagi bakal beroperasi bisnya, tidak ada situasi yang genting hanya perubahan dari tahun tunggal menjadi tahun yang jamak, seperti itu," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved