Breaking News:

Bojonggede Akan Dibangun Sky Bridge Seharga Rp 16,5 Miliar, Ade Yasin: Bulan Maret Mulai Lelang

Jembatan layang atau sky bridge bakal segera dibangun di Bojonggede, Kabupaten Bogor oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
Ist/Pemkab Bogor
Audiensi antara Bupati Bogor Ade Yasin dengan BPTJ di Ruang Rapat I Setda Kabupaten Bogor terkait rencana pembangunan sky bridge di Bojonggede. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Jembatan layang atau sky bridge bakal segera dibangun di Bojonggede, Kabupaten Bogor oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek ( BPTJ ).

Nantinya jembatan layang ini akan menghubungkan antara Terminal Bojonggede ke Stasiun Bojonggede.

Rencana pembangunan sky bridge ini dibahas bersama Pemkab Bogor pada Kamis (6/1/2022) guna untuk mengurai masalah kemacetan di kawasan Stasiun Bojonggede.

“Maret ini akan kita mulai pelelangan oleh BPTJ, setelah skybrigde akan kita bangun park and ride, ada pembebasan lahan 300 meter untuk mengurai kemacetan di Bojonggede," kata Bupati Bogor Ade Yasin dalam keterangannya.

Ade mengaku sudah menugaskan Sekda untuk menyelesaikan persoalan tanahnya dan jangan sampai program yang bagus ini terhambat.

Proyek ini, kata Ade, dibantu juga oleh Tim Percepatan Pembangunan strategis agar proses administrasi dan lahan berjalan dengan baik.

"Apalagi masyarakat sudah banyak yang setuju. Berdasarkan survei ternyata 90 persen masyarakat setuju dengan program ini," katanya.

Direktur Prasarana BPTJ Jumardi menambahkan bahwa dalam program ini BPTJ saat ini fokus kepada dua hal yakni pertama bagaimana meningkatkan penggunaan angkutan umum baik itu dengan kereta api maupun yang lainnya, kemudian yang kedua itu mengurangi kemacetan.

Berkaitan dengan mengurangi kemecatan salah satunya pembangunan skybridge.

"Terkait dengan pembangunan sky bridge yang menghubungkan Stasiun Bojonggede dengan Terminal Tipe C Bojonggede, dengan anggaran BPTJ sebesar Rp 16,5 Miliar," kata Jumardi.

Pembangunan sky bridge atau jembatan layang ini, kata dia, adalah satu pembangunan fasilitas integrasi moda yang dibangun dalam rangka menata kawasan.

"Karena memang di Stasiun Bogor ini sangat crowded dan teman-teman sebelumnya sudah melakukan kajian-kajian, dengan kesimpulan perlu dilakukan penataan, artinya pintu stasiun sisi Barat yang ada di Selatan, itu dipindahkan ke utara dan pintunya di terminal tipe C," ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved