Breaking News:

Info Kesehatan

Kabar Baik Covid-19, WHO Sebut Gejala Omicron Lebih Ringan

Tingginya angka kasus Omicron juga bakal mengancam fasilitas kesehatan di banyak negara di mana sebagian besar penduduknya belum divaksinasi.

Editor: Tsaniyah Faidah
Freepik via kompas.com
Ilustrasi - Gejala varian omicron disebut lebih ringan dibanding varian sebelumnya. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, banyak bukti yang menunjukkan bahwa varian Omicron menyebabakan gejala yang lebih ringan.

Hal itu disampaikan oleh Incident Manager WHO Abdi Mahamud kepada wartawan di Jenewa, Swiss, Selasa (4/1/2021).

Dia menuturkan, varian Omicron memengaruhi saluran pernapasan bagian atas, sehingga menyebabakan gejala yang lebih ringan daripada varian sebelumnya.

"Kami menemukan lebih banyak studi yang memperlihatkan bahwa Omicron menginfeksi bagian atas tubuh,” kata Mahamud.

“Berbeda dari yang lain, yang dapat menyebabkan pneumonia parah,” sambung Mahamud sebagaimana dilansir Reuters.

“Ini bisa menjadi kabar baik, tetapi kami benar-benar membutuhkan lebih banyak penelitian untuk membuktikannya,” lanjut Mahamud.

Baca juga: Sudah Tiba di Indonesia, Ini Keunggulan Obat Covid-19 Molnupiravir

Varian Omicron pertama kali terdeteksi pada November 2021 dan diumumkan oleh WHO.

Sejak saat itu, varian Omicron menyebar dengan cepat dan kini muncul setidaknya di 128 negara di dunia.

Cepatnya penyebaran Omicron membuat banyak negara dilema yang tengah memulai kembali perekonomian mereka setelah dua tahun hidup di bawah pandemi Covid-19.

Namun, ketika jumlah kasus melonjak ke rekor tertinggi di beberapa negara, tingkat rawat inap dan kematian seringkali lebih rendah daripada fase lain selama pandemi.

Mahamud menutukan hal tersebut berdasarkan data dari berbagai penelitian, termasuk studi dari Afrika Selatan yang merupakan salah satu negara pertama di mana Omicron terdeteksi.

Baca juga: Biaya Ditanggung Pemerintah, Pasien Positif Omicron Tanpa Gejala Wajib Dirawat di Rumah Sakit

Akan tetapi, Mahamud juga memberikan peringatan, seraya menyebut Afrika Selatan "situasi yang berbeda" lantaran mempunyai populasi muda di antara faktor lainnya.

Dia juga memperingatkan bahwa tingginya penularan Omicron membuatnya bakal menjadi varian yang dominan dalam beberapa pekan ke depan.

Tingginya angka kasus Omicron juga bakal mengancam fasilitas kesehatan di banyak negara di mana sebagian besar penduduknya belum divaksinasi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kabar Baik Covid-19, WHO Sebut Banyak Bukti Omicron Sebabkan Gejala Lebih Ringan"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved