Breaking News:

Penguatan Toleransi dan Moderasi Beragama Prioritas di Tahun 2022

Kemudian memaksimalkan potensi dunia digital, yang menurutnya dapat dilakukan dengan cara memperbanyak konten moderasi dan praktik kehidupan beragama.

Editor: Yudistira Wanne
Istimewa
Rohaniawan Katolik, Pastor Antonius Benny Susetyo atau dikenal dengan Romo Benny, mengungkapkan bahwa di tahun 2022 penguatan toleransi harus menjadi prioritas 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Rohaniawan Katolik, Pastor Antonius Benny Susetyo atau dikenal dengan Romo Benny, mengungkapkan bahwa di tahun 2022 penguatan toleransi harus menjadi prioritas agar tidak lagi terjadi praktik intoleransi.

Romo Benny meminta agar semua pihak harus menghargai perbedaan dengan menyudahi perselisihan dan pembenaran akan tindakan ektrimisme demi keutuhan ibu pertiwi.

Untuk itu, Romo Benny menegaskan perlu adanya penguatan toleransi dan moderasi beragama bagi masyarakat agar tidak terjadi praktek intoleransi.

"Sebagaimana semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang bertujuan untuk mempersatukan perbedaan dan keragaman suku, ras, agama dan budaya Indonesia, maka sudah sepatutnya masyarakat bangsa Indonesia menyadari pentingnya untuk kembali kepada budaya luhur bangsa," ujarnya, Jumat (7/1/2021).

Lebih lanjut, Romo Benny menekankan bahwa saat ini diperlukannya musyawarah dan mufakat agar perdamaian antar sesama umat di negeri ini tetap terjaga.

"Caranya dengan membuka musyawarah mufakat, mencari titik temu dan bagaimana memberikan pemahaman agama secara utuh kepada masyarakat, demi mewujudkan perdamaian antar sesama umat di negeri ini," jelasnya.

“Ini membantu seseorang untuk mencintai, menghargai dan menerima perbedaan itu sebagai rahmat. Juga memberikan pemahaman bahwa perbedaan keyakinan tidak membuat jarak, namun justru mempersatukan untuk saling menghargai meskipun berbeda," tambahnya.

Romo Benny menilai, persoalan intoleransi memang kerap terjadi dalam lingkungan masyarakat majemuk juga dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman beragama seseorang yang tidak memaknai agama secara utuh.

“Intoleransi adalah persoalan agama dari masing-masing individu yang memahami agama tidak secara utuh. Tetapi harus dilihat bahwa ini adalah fakta yang terjadi di berbagai tempat di seluruh belahan dunia,” jelasnya.

Sementara itu, Romo Benny mengungkapkan keprihatinannya akan adanya praktik-praktik intoleransi yang salah satunya adalah perenggutan hak untuk beribadah.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved