Breaking News:

PKL di Cibogor Minta Kesempatan Kedua ke Pemkot Bogor Jelang Relokasi

Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Nyi Raja Permas, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat (7/1/2022), menolak untuk direlokasi.

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Nyi Raja Permas, Kota Bogor, Jumat (7/1/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Nyi Raja Permas, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat (7/1/2022), menolak untuk direlokasi.

Paguyuban Nyi Raja Permas, Humar Sanusi meminta waktu agar lapak para PKL tepatnya di belakang Pasar Kembang Blok F tidak diratakan pada awal Februari 2022, mendatang.

"Ya kita minta toleransi lah sama pak Wakil Wali Kota Bogor," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com.

Humar mengaku bahwa Pemerintah Kota Bogor sudah memberikan sosialisasi jelang relokasi yang dilakukan.

Hanya saja. imbuh Humar, para PKL minta waktu untuk bertahan disaat situasi dan kondisi pandemi Covid-19 masih berlangsung.

"Sudah disosialisasikan tapi kan suasananya lagi pandemi seperti ini," ungkapnya.

Humar pun membeberkan, pada tahun lalu pembahasan mengenai relokasi telah dilakukan.

"Satu tahun kemarin mengenai relokasi ini sudah dirapatkan di PD Pasar yang dihadiri oleh perwakilan PD Pasar, Komisi II DPRD Kota Bogor, Dinas UMKM, serta perwakilan dari Paguyuban Nyi Raja Permas, saat rapat itu alhamdulillah direspon, satu tahun ke depan diperpanjang masanya,"bebernya.

Untuk tahun ini, Humar kembali berharap agar relokasi tersebut ditunda untuk sementara waktu.

"Tapi untuk sekarang kita minta kebijakannya lagi dengan pak Wakil, Wali Wota dan pejabat lainnya yang bersinggungan dengan UMKM, karena kondisi ekonomi yang masih seperti ini," tuturnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Bogor sudah menyediakan 120 kios untuk para pedagang di lantai atas Pasar Blok F dengan jumlah PKL sebanyak 240 pedagang.

Humar berharap Pemkot Bogor memberikan kesempatan kedua bagi para PKL untuk pindah dengan sendirinya.

"Saat PKL di Taman Topi Bogor yang kini menjadi Alun-alun Kota Bogor direlokasi ke sini para pedagang mengerti dan tidak mengadakan perlawanan, persuasif aja kita, dan akhirnya mereka sendiri yang membongkar lapak bukan Satpol PP, kalau pun sekarang jadi pasti nolak dan itu pasti demo gede-gedean," tegasnya.

Pantauan wartawan TribunnewsBogor.com hingga saat ini memang masih terlihat PKL yang berjualan di Jalan Dewi Sartika yang tepatnya kini menjadi area alun-alun Kota Bogor.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved