Breaking News:

Polres Bogor Bekuk Kawanan Mafia Tanah di Sentul, Oknum Pegawai DJKN Jadi Pelaku Utama

Polres Bogor bekuk kawanan mafia tanah atas tanah di wilayah Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
apolres Bogor AKBP Iman Imanuddin memimpin apel pergeseran tim vaksinator jajaran Polres Bogor, Sabtu (8/1/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Polres Bogor bekuk kawanan mafia tanah atas tanah di wilayah Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Kawanan mafia tanah yang dibekuk ini berjumlah sebanyak enam orang tersangka yakni berinisial AS, D, R, S, MS dan A.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin menjelaskan para tersangka ini membuat surat palsu yang seolah-olah diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

Surat palsu tersebut terkait tanah milik negara di bawah Kementrian Keuangan di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor seluas 2.000 m3.

"Kami melakukan pengembangan, saat ini Satreskrim Polres Bogor sedang menangani perkara yang diduga 6 orang tersangka yang melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen tersebut," kata AKBP Iman Imanuddin kepada wartawan, Kamis (13/1/2022).

Dari hasil penyidikan, kata dia, diperoleh keterangan bahwa para pelaku disamping memalsukan surat DJKN, mereka juga memalsukan sertifikat.

Kerugian yang ditimbulkan dari perbuatan kawanan mafia tanah ini mencapai Rp 15 Miliar.

"Terdapat korban yang akan membeli tanah tersebut Rp 10 Miliar, kemudian potensi kerugian negara Rp 5 Miliar, sehingga totalnya Rp 15 Miliar," kata Iman.

Hasil pemeriksaan diketahui, kawanan ini sudah beroperasi sejak tahun 2014 silam.

Pelaku utama dari komplotan mafia tanah ini berinisial AS yang merupakan oknum mantan pegawai DJKN.

"Pelaku utamanya pernah bekerja sebagai honorer di DJKN, tugasnya sebagai pengawas objek tanah DJKN. Setelah dia keluar, dia malah memanfaatkan pengalamannya itu untuk mengaku-ngaku sebagai DJKN," tambah Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Siswo Tarigan.

Polisi menyebut, keenam orang tersangka yang dibekuk ini dikenakan pasal 263 ayat 1 dan ayat 2 KUHP Pidana dengan ancaman pidana 6 tahun penjara.

Namun masih ada dua orang lagi yang masih dalam pengejaran dari kasus mafia tanah ini.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved