Guru SMP Jadi Korban Jambret, Aksi pelaku Terekam Kamera CCTV

Kapolsek Cilandak Kompol M Agung Permana mengatakan, korban telah membuat laporan polisi dan pihaknya langsung menyelidiki kasus tersebut.

Editor: Damanhuri
net
Ilustrasi Jambret 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Polisi tengah memburu pelaku jambret terhadap guru SMP Ida Hasanah di Jalan Asem IX, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan.

Kapolsek Cilandak Kompol M Agung Permana mengatakan, korban telah membuat laporan polisi dan pihaknya langsung menyelidiki kasus tersebut.

"Sudah ada laporannya," kata Agung saat dikonfirmasi, Kamis (20/1/2022).

Dari penyelidikan sementara, pelaku pen jambretan beraksi seorang diri menggunakan sepeda motor.

"Saat ini masih dalam penyelidikan Reskrim. Pelaku berjumlah satu orang," ujar dia.

Ida Hasanah, guru SMP Cendrawasih 1, di jambret di dekat gerbang sekolah tempatnya mengajar, Rabu (19/1/2022).

Video rekaman CCTV yang menampilkan aksi penjambretan itu juga beredar di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @infocipete.

Tangkap layar - Ida Hasanah, guru SMP Cendrawasih 1, dijambret di dekat gerbang sekolah tempatnya mengajar, di Jalan Asem IX, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (19/1/2022).
Tangkap layar - Ida Hasanah, guru SMP Cendrawasih 1, dijambret di dekat gerbang sekolah tempatnya mengajar, di Jalan Asem IX, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (19/1/2022). (Instagram @infocipete)

Dalam rekaman CCTV, pelaku pen jambretan beraksi menggunakan sepeda motor tanpa pelat nomor.

"Kejadiannya pagi kemarin, sekitar pukul 06.30 WIB," kata petugas sekuriti SMP Cendrawasih 1, Rohmat, di lokasi, Kamis (20/1/2022). 

Menurut Rohmat, saat itu korban sedang berjalan kaki menuju sekolah setelah turun dari mobil angkutan kota (angkot).

"Tiba-tiba tas Bu Ida itu langsung di jambret sama pelaku. Itu pelaku pakai motor tril dan langsung melarikan diri. Kejadian tidak jauh dari gerbang sekolah," ujar dia.

Ia mengungkapkan, pelaku menggasak tas korban yang berisi uang sebesar Rp 2 juta, ponsel, dan kartu identitas. Uang tunai sedianya akan digunakan untuk membayar kontrakan.

"Kalau dari keterangan bu Ida itu uangnya buat bayar kontrakan, bukan terkait uang sekolah," ungkap Rohmat.

(TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved