Subuh-subuh Ngeluh Sakit Maag ke Suami, Nasib Istri Berakhir Tragis, Tanda di Leher Jadi Bukti Kunci

Dalam penyidikan, polisi berhasil mendapati barang bukti berupa tali nilon plastik sepanjang 2 meter dan pakaian yang dikenakan korban.

Penulis: khairunnisa | Editor: Damanhuri
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kasat Reskrim Polres Mempawah Iptu Wendi Sulistiono, memimpin konfrensi pers di Mapolres Mempawah pada Kamis 20 Januari 2022 sore, terkait kasus suami bunuh istri di Desa Semudun, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Rintihan kesakitan usai adzan subuh di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah membangunkan seorang pria berinisial ML.

Beranjak dari peraduannya, amarah ML tiba-tiba memuncak.

Sebab gara-gara suara berisik di Senin pagi itu, mimpi ML buyar.

Mencari sumber suara, pria asal Kalimatan Barat semakin gusar.

Ternyata rintihan itu berasal dari sang istri, MS.

Bukan tanpa alasan sang wanita membangunkan suaminya pukul 05.00 WIB.

MS mengaku kesakitan karena penyakit maag yang dideritanya.

Melihat sang istri mengeluhkan bagian lambungnya, ML spontan melakukan hal tak terduga.

ML langsung mengambil tali dan melilitkannya ke leher sang istri selama 15 menit.

Di tangan sang suami, nyawa MS melayang.

Baca juga: Korban Pencabulan Guru Ngaji di Bogor Sudah Jalani Visum, Kades Bakal Kawal Kasusnya

Bekas Tanda di Leher

Mengetahui sang istri telah meninggal dunia, ML buru-buru mencari akal bulus.

Kematian MS tak lama diketahui oleh warga sekitar, termasuk keluarga dekat.

Perihal tewasnya sang istri, ML mengurai cerita palsu.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved