2 Tahun Vakum, Rumah Budaya HMA Megamendung Mulai Beraktifitas Kembali
Rumah Budaya HMA yang menawarkan konsep perpaduan budaya sunda dan nusantara ini sempat vakum selama 2 tahun lantaran pandemi yang melanda.
Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG - Rumah Budaya HMA yang berlokasikan di Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, kini mulai beraktifitas kembali.
Belakangan ini diketahui, Rumah Budaya HMA yang menawarkan konsep perpaduan budaya sunda dan nusantara ini sempat vakum selama 2 tahun lantaran pandemi yang melanda.
Pemilik Rumah Budaya HMA Halimah Munawir mengatakan, beraktifitasnya kembali Rumah Budaya HMA supaya bisa memperkenalkan budaya kepada wisatawan yang berkunjung.
"Rumah Budaya HMA tidak hanya memperkenalkan budaya Sunda, tetapi juga beberapa budaya dari seluruh provinsi se Indonesia. Semoga wisatawan yang datang bisa terinspirasi hingga mencintai seni dan budaya nenek moyangnya," kata pemilik Rumah Budaya HMA Halimah Munawir Anwar, Senin, (24/01/2022).
Perpaduan tersebut, imbuh Halimah Munawir, bakal didukung dengan dengan menggandeng budayawan asal Kabupaten maupun Kota Bogor.
"Nantinya di Rumah Budaya HMA juga merangkul budayawan Bogor agar menularkan ilmunya kepada anak-anak Desa Kuta maupun wisatawan, selain itu, kami akan menggelar upacara seren taun, pelatihan seni rupa, maupun kegiatan positif lainnya," terangnya.
Selain itu, dalam waktu dekat, wanita yang berprofesi sebagai penulis ini menambahkan akan meresmikan kafe Nyeclak Kopi Bogor di Rumah Budaya HMA.
Dia mengatakan, dalam pembukaan Nyeclak Kopi Bogor, nantinya bakal melibatkan selebgram guna Kopi Bogor semakin dikenal baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Nanti selegram akan saya undang. Tujuannya sederhana. Supaya kopi khas Bogor bisa terkenal. Sehingga menarik wisatawan untuk datang menikmati udara segar dan pemandangan pegunungan serta belajar budaya di sini," katanya.
Dalam pelaksanaan pembukaan tersebut, Halimah menegaskan akan melibatkan karang taruna Desa Kuta, Megamendung dalam usaha kafe Nyeclak Kopi Bogor.
Sehingga, selain melestarikan budaya, Rumah Budaya HMA juga berperan dalam menciptakan peluang kerja dan ikut meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Kuta.
"Intinya keberadaan kita selama 7 tahun ini supaya bisa terus bermanfaat bagi masayarakat khususnya masyarakat Megamendung," tambahnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor Deni Humaedi menjelaskan, dengan hadirnya Rumah Budaya HMA, kedepannya bisa menjadi salah satu objek wisata yang bakal menarik wisatawan untuk berkunjung.
"Selain menjadi tempat pembelajaran seni dan budaya karena banyak seniman dan budayawan yang berkumpul di sana. Saya berharap dengan menggandeng Pemdes Kuta, Rumah Budaya HMA juga bisa ikut mengembangkan objek wisata alam yang ada hingga desa di Kawasan Puncak tersebut bisa menjadi salah satu desa wisata hingga banyak wisatawan yang bakal berkunjung ke sana,"imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/halimah-munawir-saaf-berfoto-bersama-deni-humaedi.jpg)