Bogor Diguyur Hujan Angin

Bogor Diguyur Hujan Lebat, Akses Jalan Menuju Perumahan BPI Cilebut Terendam

Warga Perumahan BPI, Ika Sutiawati (40) mengatakan banjir ini memang selalu terjadi disini bila curah hujannya lebat.

Penulis: Reynaldi Andrian Pamungkas | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Akses jalan menuju Perumahan Bumi Pesanggrahan Indah, Cilebut Bogor tergenang air sedalam 30 sentimeter, Senin (24/1/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SUKARAJA - Hujan deras disertai angin kencang menimpa beberapa wilayah di Bogor, tidak hanya sejumlah pohon saja yang terdampak pada kejadian ini, tetapi juga akses jalan menuju Perumahan Bumi Pesanggrahan Indah (BPI), Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor terendam air.

Warga Perumahan BPI, Ika Sutiawati (40) mengatakan banjir ini memang selalu terjadi disini bila curah hujannya lebat.

"Banjirnya di jalan raya ini aja sama jalan di dalem perumahan, tapi ga masuk rumah, soalnya kita udah tau harus gimana," jelasnya kepada TribunnewsBogor.com, Senin (24/1/2022).

Pantauan wartawan TribunnewsBogor.com, terlihat beberapa kendaraan yang ragu untuk melewati jalan yang terkena banjir.

Banjir pada jalan Perumahan BPI ini setinggi 30 sentimeter atau separuh roda kendaraan motor.

Wanita kelahiran 1981 ini menyatakan bahwa memang banjirnya sudah dari dulu selama bertahun-tahun.

"Udah biasa tapi harusnya ada perbaikan juga, saluran pembuangannya ke sungai itu kecil mampet lagi," tuturnya.

Terlihat beberapa kendaraan bermotor yang melintas jalan bajir tersebut mengalami mogok mesin dan dibantu oleh warga sekitar untuk mendorongnya.

Sementara itu Warga Desa Cilebut Barat, Syarif mengungkapkan bahwa banjir ini terjadi di dua tempat.

"Akses jalannya cuma dua ke arah perumahan dan dua-duanya itu banjir," ucapnya di atas sepeda motor saat ingin melintas jalan yang banjir.

"Harusnya bisa ditangani tapi belum juga sampai sekarang, sudah berkali-kali lapor ke pemerintah setempat juga masih kaya gini belum ada tindakan," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved