Sudah Matangkan Konsep, Pemkot Bogor Akan Tertibkan PKL di Kawasan Suryakancana Pekan Depan

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah matangkan konsep penertiban dan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di kawasan Suryakancana, Kota Bogor

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Ilustrasi kawasan Suryakencana yang akan ditertibkan oleh Pemkot Bogor, Kamis (10/2/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah matangkan konsep penertiban dan relokasi Pedagang Kaki Lima ( PKL) yang berada di kawasan Suryakancana, Kota Bogor.

Pematangan konsep tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim bersama Satpol PP Kota Bogor, dan semua jajaran Forkopominda di Teras Balai Kota Bogor, Kamis (10/2/2022).

Kepala Satpol PP Kota Bogor Agustian Syach menjelaskan, penertiban tersebut akan dilakukan pekan depan.

"Jadi hari Rabu pekan depan akan ada penertiban di kawasan Suryakancana dalam rangka penataan kawasan Suryakancana. Jadi, hari ini kita matangkan, kita menerima masukan Forkopimda semua, dan mereka bekerjasama pada saat penertiban," ujarnya saat ditemui oleh TribunnewsBogor.com di Balai Kota Bogor.

Penertiban kawasan Suryakancana tersebut, lanjut Agustian Syach, akan dilakukan di seluruh ruas jalan.

Sekira tujuh ruas jalan yang nantinya akan ditertibkan dan dikosongkan oleh Pemkot Bogor.

"Tujuh ruas jalan itu di antaranya Jalan Roda I, Roda Dua, Jalan Kelenteng, Lawang Seketeng, Jalan Pedati. Sepanjang jalur itu akan kita kosongkan," tambahnya.

Meski begitu, Agustian Syach memastikan, dari pengosongan tersebut, nantinya PKL yang berada di ruas jalan itu sudah disiapkan tempat relokasi.

Berdasarkan data, para PKL yang akan di relokasi tersebut berjumlah ratusan.

"Lokasi relokasi sudah disiapkan PD Pasar yang sudah didata sebelumnya. Akan geser ke Pasar Bogor dan sebagian ke Pasar Sukasari. Pemindahan ini secara formal sudah komunikasi, juga secara resmi sudah memberikan peringatan. Data awal ada 600 sekian, tetapi total ada 800, ada penambahan 200 pedagang," imbuhnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved