Dapat Bantuan Provinsi, Pemkot Bogor Akan Awasi Pembangunan Gedung RSUD Kota Bogor

Bima mengatakan, pembangunan yang sudah direncanakan dengan dana yang tertera tersebut selesai pada akhir tahun.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama Dirut RSUD Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan awasi pembangunan gedung RSUD Kota Bogor.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Wali Kota Bima Arya Sugiarto usai resmikan aplikasi SIMRS RSUD Kota Bogor, Selasa (15/2/2022).

Bima mengatakan, pembangunan yang sudah direncanakan dengan dana yang tertera tersebut selesai pada akhir tahun.

"Saya akan mengawasi betul pembangunan RSUD yang bersumber provinsi dan pemerintah senilai 96 Miliar. Insyalah dimulai proses lelangnya dan akhir tahun ini akan selesai," ujarnya.

Pengawasan tersebut, lanjut Bima, harus terus diawasi pasalnya hal ini merupakan langkah bagus yang dilakukan oleh RSUD Kota Bogor.

"Ini merupakan ikhtiar dari RSUD. Sehingga pelayanan RSUD bisa maksimal kepada masyarakat Kota Bogor dan umumnya masyarakat lain," jelasnya.

Sementara itu, Dirut RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir menjelaskan bahwa pembangunan yang bersumber dari Provinsi tersebut, akan dialokasikan ke beberapa blok bangunan.

Pengalokasian dana tersebut, lanjut Ilham, sudah melalui beberapa prosedur dan berasal dari beberapa sumber.

"Kita ditawarkan menggunakan PEN untuk pembangunan Blok 1 dan Blok 4. Namun kita putuskan tidak memakai PEN. Kemudian kita mencari. Alhamdulillah bantuan Banprov Jawa Barat senilai Rp 50 Miliar untuk Blok 1. Itu pun belum selesai karena total anggaran untuk Blok 1 saja 175 Miliar. Kita cari lagi tahun depan. Kedua dari BAK pusat Kemenkes untuk peningkatan radiologi," ujarnya.

Dari dana yang masuk tersebut, sambung Ilham, masih belum bisa menyelesaikan seluruh proses pembangunan.

Dengan anggaran yang tertera tersebut, tegas Ilham, akan dimaksimalkan sesuai alokasi dana tersebut.

"Sekarang blok 1 dengan anggaran segitu artinya masih menggunakan bangunan yang lama. Anggaran 50 Miliar tersebut, kita misalkan membangun ke atas tapi pelayanannya tidak ada. Jadi, kita bangun setengahnya dulu mulai dari atas supaya pelayanannya tetap ada. Nanti, begitu tahun depan pelayanan baru bisa jadi. Intinya bertahap," tegasnya.

Meski begitu, Ilham akui akan melakukan hal yang sama dengan apa yang akan dilakukan Pemkot Bogor.

Menurutntnya, pihaknya akan lakukan pengawalan dan pengawasan yang serupa.

"Kita akan awasi. Doakan kami untuk mengawal sehingga kita bisa tepat waktu. Kita akan berjuang sekuat tenaga," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved