IPB University
Rektor IPB University Terbitkan Buku, Berisi Perspektif Terhadap Berbagai Fenomena
Kehadiran Rector Message dalam rangka memotivasi, menginspirasi, sekaligus memberikan arahan dalam membangun mindset baru
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Rektor IPB University, Profesor Arif Satria menerbitkan buku berjudul Rector Message: Mindset Baru Untuk Transformasi.
Rector Message adalah tulisan yang berisi perspektifnya terjadap berbagai fenomena.
Kehadiran Rector Message dalam rangka memotivasi, menginspirasi, sekaligus memberikan arahan dalam membangun mindset baru untuk transformasi ke arah yang lebih baik.
Profesor Arif Satria mengatakan, setiap krisis menghasilkan lompatan-lompatan inovasi baru. Ada sejumlah syarat lompatan-lompatan inovasi itu berhasil dilakukan.
Pertama, lompatan inovasi mensyaratkan kekuatan “future practice” atau “next practice”.
Kedua, “future practice” hanya hadir di kalangan orang-orang yang memiliki “growth mindset”, dan bukan “fixed mindset”.
Ketiga, “growth mindset” umumnya dimiliki oleh orang yang tergolong “agile learner”, pembelajar yang lincah, cepat, dan tangkas.
"Keempat, tiga kata kunci di atas (future practice, growth mindset, agile learner) dapat dikembangkan melalui peran perguruan tinggi," ungkapnya.
Prof Arif Satria melanjutkan, perguruan tinggi yang berorientasi pada lompatan inovasi harus terlebih dahulu diperkuat para mahasiswa dan dosennya yang bercirikan tiga kata kunci tersebut.
Oleh karena itu, untuk menuju titik itu, tidak ada cara lain bagi PT selain melakukan perombakan kurikulum dan menciptakan ekosistem baru yang kondusif bagi tumbuhnya tiga kunci di atas.
Ia juga menyebut, orang yang memiliki kecepatan belajar umumnya optimis, kreatif, dan penuh imajinasi.
Karena itu, kecepatan belajar ini merupakan modal penting bagi lahirnya inovasi yang merupakan ciri dari kemajuan sebuah bangsa.
“Fakta membuktikan bahwa bangsa hebat ditentukan oleh lompatan inovasi yang hebat. Dan inovasi hebat akan ditentukan PT yang hebat. Karena itu, untuk menjadi bangsa hebat maka pembenahan dan penguatan Perguruan Tinggi adalah mutlak,” papar Prof Arif Satria.
“Orang yang memiliki fix mindset mengatakan bahwa untuk maju hanya ada satu pintu dan satu jendela, tetapi orang dengan growth mindset mengatakan ada jutaan pintu, ada jutaan jendela,” sambungnya.
Terkait growth mindset, Prof Arif Satria mencontohkan, banyak alumni IPB University yang berasal dari keluarga dengan kehidupan ekonomi terbatas, berprestasi dan masuk IPB University.
Ketika berada dalam sebuah lingkungan yang kondusif, maka dia bisa tumbuh besar.
“Ini adalah contoh mindset yang growth ditambah satu ekosistem yang mendukung. Oleh karena itu, saya sebagai Rektor punya tugas untuk membangun ekosistem di kampus agar membuat orang-orang seperti itu terus percaya diri, terus maju,” katanya.
Buku Rector Message: Mindset Baru Untuk Transformasi sedikitnya berisi lima bagian utama.
Masing-masing bagian terdiri dari beberapa tulisan yang mencerminkan dari isi bagian utama.
Bagian atau bab tulisan meliputi Inovasi Disrupsi dan Strategi Menjadi Bangsa Besar, Mindset Baru dan Pembelajar Lincah, Bangkit dari COVID-19, IPB Future, dan Spiritualitas untuk Transformasi.
Dalam launching bukunya tersebut, Prof Arif Satria mengaku bahwa menulis merupakan bagian dari mendokumentasikan pemikiran.
Ia bercerita, kemampuan menulisnya sudah diasah sejak kelas 3 Sekolah Dasar. Saat itu, ia diberi mesin tik oleh orangtuanya dan mulai belajar menulis.
“Orangtua saya selalu berpesan, kalau bisa bermain gitar, harus bisa membuat lagu. Kalau bisa ngetik, harus bisa menulis. Kalau jadi dosen, harus jadi profesor,” terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/arif-launching-buku.jpg)