Muncul Omicron Siluman, Waspadai Gejala-gejalanya, Ini Ciri Orang yang Rentan Kena Varian Baru Covid

Menurut laporan dari berbagai negara, gejala Omicron siluman ini tidak berbeda dari varian Omicron biasa.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Ilustrasi Covid-19 Varian Omicron siluman 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) melaporkan munculnya varian baru Covid-19.

Varian baru tersebut merupakan subvarian turunan dari Omicron. Namanya  Omicron siluman atau Omicron varian BA.2.

Menurut laporan dari berbagai negara, gejala Omicron siluman ini tidak berbeda dari varian Omicron biasa.

Gejala Omicron pada dewasa masih didominasi oleh sakit tenggorokan, batuk, pilek, sakit kepala, dan badan pegal-pegal.

Varian Omicron baru ini masih mendominasi kasus positif Covid-19 di berbagai negara.

Dilansir dari Kompas.com, WHO melaporkan bahwa Omicron siluman BA.2 menunjukkan sifat lebih infeksius dibandingkan varian lainnya.

Secara genetik, varian Omicron BA.1 dan BA.2 memiliki urutan yang berbeda.

Gejala Omicron tetap menunjukkan gejala yang ringan. Namun, bukan berarti virus ini tidak berbahaya.

Virus ini sangat berbahaya dan sangat menular. Nyatanya, varian Omicron terbaru ini mampu membuat lonjakan kasus Omicron di berbagai negara terus meningkat.

Dilansir dari NPR, Omicron siluman memang membuat data seolah terjadi perlambatan kenaikan kasus.

Namun, para ahli di Amerika Serikat menduga justru varian ini akan meningkatkan kebutuhan orang terhadap respirator dan angka kematian akan kembali meningkat.

Baca juga: Wajib Tahu, Ini Ciri-ciri dan Gejala Umum Omicron, Berikut Hal yang Perlu Diperhatikan saat Isoman

Siapa yang rentan terkena Omicron siluman?

Infeksi Omicron siluman bisa menyerang siapa saja, bahkan orang yang sudah mendapatkan vaksin lengkap.

Namun, data menunjukkan bahwa orang yang sudah mendapatkan dosis vaksin lengkap hanya mengalami gejala ringan saja, dibandingkan orang yang belum atau baru satu kali vaksin.

Omicron sendiri memiliki kemampuan menyerang orang yang telah mendapatkan vaksin.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved