Komisi III DPRD Kota Bogor Berikan Catatan Khusus untuk Dishub, Ini Poin Pentingnya

Komisi III DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Yudistira Wanne
Istimewa
Komisi III DPRD saat lakukan rapat kerja dengan Dishub Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Komisi III DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor.

Dalam raker tersebut, Komisi III DPRD Kota Bogor meng evaluasi kinerja Dishub Kota Bogor dan merancang rencana kerja Dishub di tahun 2022.

Dari pertemuan itu, Komisi III DPRD Kota Bogor menyampaikan beberapa catatan yang harus segera dikoordinasikan Dishub Kota Bogor.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor HR Oyok Sukardi mengatakan, catatan ini dimulai dari optimalisasi BisKita Transpakuan.

"Kita sudah laksanakan rapat kerja dengan Dishub. Kita lakukan evaluasi kinerja dari Dishub dan alhamdulillah Dishub bisa melaksanakan capaian di tahun sebelumnya sampai 90 persen dan memang silpa kelihatannya positif. Terus juga mengenai kegiatan yang sudah dilaksanakan, alhamdulillah keterkaitan dengan lalin bisa dilaksanakan dengan baik, terutama reduksi angkot dan adanya program biskita," ujarnya, Jumat (25/2/2022).

Soal reduksi angkot dan Biskita, tambah Oyok, bisa dimaksimalkan lagi, karena hingga saat ini masih ada dua koridor Biskita yang belum beroperasi.

Lebih lanjut, Oyok menyampaikan bahwa Komisi III juga turut menyoroti wacana pembangunan Park n Ride di kawasan Suryakencana. 

Dimana, rencananya Park n RIde bakal dibangun di Plaza Bogor dan Pasar Bogor.

"Hal itu ada ga di RPJMD dan di dalam janji walkot. Itu perlu kajian lagi dengan dinas terkait dan komisi terkait. Harus ada kajian lagi," tambahnya.

Selain itu, Oyok juga meminta agar Dishub Kota Bogor segera mungkin menindaklanjuti rencana revitalisasi Terminal Baranangsiang. 

"Kami mendorong agar Dishub membuka komunikasi lagi dengan pemerintah pusat untuk memastikan kapan revitalisasi itu akan dijalankan. Sekaligus menyiapkan skenario perpindahan sementara terminal Baranangsiang," jelsnya.

Sedangkan untuk masalah lainnya, Oyok juga meminta agar pembangunan Fly-Over Kebon Pedes bisa segera direalisasikan. 

"Bisa dilihat kondisi Kebon Pedes itu sudah menghawatirkan memang. Ya, tentunya kami mendorong untuk realisasikan. Meskipun menggunakan dana APBD ga mungkin. Tapi, alternatif lain bisa dicari," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved