WHO Beri Lampu Hijau Indonesia Jadi Pusat Produksi Vaksin Covid-19, Erick Thohir Beri Penjelasan

WHO berencana mendirikan pusat pelatihan kepada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah untuk memproduksi vaksin mRNA.

Editor: khairunnisa
Tribunnews.com
Ilustrasi produksi vaksin 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - World Health Organization ( WHO) memberikan sinyal bahwa Indonesia akan dijadikan pusat produksi vaksin Covid-19 di Asia Tenggara.

Kabar baik ini disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Hal itu menyusul usai sebelumnya Indonesia ditunjuk sebagai salah satu negara penerima manfaat dari transfer teknologi vaksin berbasis mRNA.

Vaksin mRNA merupakan salah satu jenis vaksin yang dikembangkan untuk menangani penyebaran Covid-19.

Perihal teknologi vaksin berbasis mRNA, sebelumnya Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi mengatakan bahwa dari total 25 pernyataan minat alih teknologi yang diterima WHO, Indonesia masuk negara yang diumumkan pada Rabu (23/2/2022).

Apa saja keuntungan Indonesia sebagai penerima transfer teknologi vaksin mRNA?

Dirjen WHO menyampaikan bahwa alih teknologi mRNA dapat memberikan jaminan, bukan hanya meningkatkan akses terhadap vakin Covid-19, tetapi juga untuk penyakit malaria, TBC, dan kanker.

Baca juga: Rentan Terpapar Covid-19, Kapolri Berharap Vaksinasi Booster Untuk Lansia Dimaksimalkan

Retno berujar kemampuan Indonesia di bidang teknologi mRNA akan membantu pemenuhan kebutuhan domestik atas vaksin berbasis mRNA, serta pengembangan dan pembuatan obat terapi.

Alih atau transfer teknologi ini akan berkontribusi dalam memastikan akses setara terhadap obat-obatan agar dunia dapat pulih bersama dan menjadi kuat,

PT. Bio Farma sebagai manufaktur vaskin terbesar di Asia Tenggara

Erick Thohir menjelaskan nantinya PT. Bio Farma (Persero) akan menjadi perusahaan Indonesia yang akan memproduksi vaksin mRNA.

Ia menyebut, PT. Bio Farma sebagai induk holding BUMN farmasi telah lama dikenal sebagai manufaktur vaksin terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas produksi mencapai 3,2 miliar, meliputi 14 jenis vaksin yang sudah diekspor ke lebih dari 150 negara.

Ilustrasi vaksin
Ilustrasi vaksin (Kompas.com)

Erick juga menuturkan bahwa kepercayaan yang diberikan WHO kepada Indonesia hanyalah sebuah permulaan.

"Kepercayaan WHO ini hanya permulaan, ini juga bagian dari program transformasi besar-besaran yang sedang kami lakukan di holding BUMN farmasi," ucap Erick dilansir TribunNewsBogor.com dari Kompas.com, Jumat (25/2/2022).

Baca juga: Beredar Isu Beli Minyak Goreng Pakai Kartu Vaksin dan KK, Ini Respon Supermarket di Bogor

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved