WHO Beri Lampu Hijau Indonesia Jadi Pusat Produksi Vaksin Covid-19, Erick Thohir Beri Penjelasan

WHO berencana mendirikan pusat pelatihan kepada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah untuk memproduksi vaksin mRNA.

Editor: khairunnisa
Tribunnews.com
Ilustrasi produksi vaksin 

Ia pun menambahkan bahwa Indonesia juga menetapkan sektor kesehatan sebagai salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan Presidensi G20, sehingga sektor kesehatan dinilai memiliki dampak yang besar dalam sektor lain.

"Karena ketika kita bicara tentang kesehatan, kita tidak hanya bicara tentang kegiatan kesehatan semata, tapi kita juga bicara tentang ekonomi, pendidikan, sosial, dan lain-lain," ucap Erick.

Karena hal tersebutlah yang membuat Menteri BUMN itu berpendapat bahwa pemerataan vaksin hingga transfer teknologi harus menjadi prioritas dalam mengatasi persoalan kesehatan, terutama di masa pandemi seperti saat ini.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ketika ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Selasa (5/11/2019).(KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA)
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ketika ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Selasa (5/11/2019).(KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA) (Kompas.com)

Sebagai informasi, WHO berencana mendirikan pusat pelatihan kepada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah untuk memproduksi vaksin mRNA.

Tujuannya adalah untuk memutus kesenjangan lokasi produksi vaksin yang selama ini terpusat di negara-negara berpendapatan tinggi.

Baca juga: Kecamatan Bogor Utara Gencarkan Vaksinasi Booster Bersama OCBD, Siapkan 500 Dosis

Kabar bahwa Indonesia mendapat kepercayaan WHO untuk dijadikan pusat produksi vaksin Covid-19 di Asia Tenggara, merupakan hasil dari sinergritas yang baik antara Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

"Kolaborasi yang baik antara Menkes, Menlu, dan kami dari BUMN yang membuat WHO memberikan kepercayaan kepada Indonesia untuk membuat vaksin mRNA," ujar Erick dalam keterangan resmi pada Kamis (24/2/2022).

(Fathia Oktaviani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved